URINDOURINDO

Jurnal Bidang Ilmu KesehatanJurnal Bidang Ilmu Kesehatan

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan salah satu upaya promotif preventif yang dilaksanakan oleh Puskesmas Penjaringan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular. Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini masih tergolong rendah, terutama pada kelompok ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi komunikasi kesehatan yang diterapkan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan strategi tersebut, serta merumuskan model komunikasi yang efektif dalam membangun partisipasi publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tenaga kesehatan, kader, dan perwakilan masyarakat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa media sosial efektif menjangkau kelompok masyarakat ekonomi menengah ke atas, namun kurang optimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang lebih responsif terhadap komunikasi interpersonal dan pendekatan komunitas. Faktor penentu keberhasilan strategi komunikasi meliputi segmentasi sasaran, peran kader, konsistensi informasi, dan persepsi masyarakat terhadap layanan kesehatan. Model komunikasi yang paling efektif adalah gabungan antara komunikasi dua arah berbasis komunitas dan pemanfaatan media digital yang disesuaikan dengan karakteristik sasaran.

Strategi komunikasi efektif untuk masyarakat menengah ke atas melalui media sosial, namun kurang efektif untuk kelompok ekonomi bawah.Komunikasi interpersonal melalui kader dan kegiatan komunitas lebih berhasil dibanding komunikasi satu arah seperti poster.Keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh segmentasi sasaran, kapasitas kader, konsistensi informasi, keterbatasan layanan, dan persepsi masyarakat terhadap kesehatan.Peran kader sebagai penghubung dan informasi berulang menjadi kunci.Model komunikasi paling efektif adalah kombinasi komunikasi dua arah berbasis komunitas (posyandu, PKK) dengan dukungan media digital untuk kelompok melek teknologi dan WhatsApp/brosur untuk masyarakat tidak aktif di media sosial.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat rentan di daerah perbatasan. 2. Evaluasi efektivitas integrasi komunikasi digital dan tatap muka untuk memastikan pesan kesehatan disampaikan secara konsisten dan jelas kepada seluruh segmen masyarakat. 3. Studi lebih lanjut tentang peran tokoh agama dan RT/RW dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama untuk kelompok yang cemas terhadap hasil pemeriksaan.

  1. Strategi Komunikasi Kesehatan dalam Upaya Membangun Partisipasi Publik pada Masa Pandemi Covid-19 | JURNAL... e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JLMI/article/view/2036Strategi Komunikasi Kesehatan dalam Upaya Membangun Partisipasi Publik pada Masa Pandemi Covid 19 JURNAL e journal sari mutiara ac index php JLMI article view 2036
  2. Komunikasi Kesehatan dan Literasi Kesehatan: Dua Sisi Mata Uang yang Sama | Action Research Literate.... doi.org/10.46799/arl.v8i2.232Komunikasi Kesehatan dan Literasi Kesehatan Dua Sisi Mata Uang yang Sama Action Research Literate doi 10 46799 arl v8i2 232
  3. Averrous, Vol. 1: No. 2 (November, 2015) | AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh. averrous... ojs.unimal.ac.id/averrous/issue/view/76Averrous Vol 1 No 2 November 2015 AVERROUS Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh averrous ojs unimal ac averrous issue view 76
Read online
File size320.35 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test