UNDIPUNDIP
Jurnal Manajemen Kesehatan IndonesiaJurnal Manajemen Kesehatan IndonesiaKusta merupakan penyakit menular kronis terutama menyerang kulit dan saraf tepi yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan dapat mengakibatkan kecacatan pada beberapa pasien. Penyakit kusta masih menjadi dilema kesehatan yang dikaitkan dengan stigma dan termasuk neglected disease. World Health Organization (WHO) mencatat penyakit kusta masih menjadi permasalahan pada beberapa wilayah di dunia, terutama negara dengan kasus baru tertinggi di India, Brasil, dan Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara berbagai faktor risiko dan insiden kusta dengan desain kasus-kontrol, melibatkan 15 pasien kusta multibasiler dan 45 anggota keluarga tanpa kusta. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara kusta dan faktor risiko seperti usia, kurangnya pengetahuan, durasi kontak, kontak erat, serta status sosial ekonomi.
Variabel usia, pengetahuan, lama kontak, hubungan kontak, dan sosio ekonomi adalah faktor risiko terjadinya kusta tipe MB di kabupaten Aceh Barat.Sementara itu, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, vaksin BCG, kepadatan hunian, sumber air, lantai, dan status gizi bukan merupakan salah satu faktor risiko kejadian kusta.Penelitian selanjutnya dapat meneliti variabel personal hygiene sebagai faktor risiko kejadian kusta terhadap tipe MB.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada peran higiene pribadi dalam mencegah penularan kusta, khususnya pada populasi rentan seperti keluarga pasien. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi predisposisi genetik dan respons imun terhadap infeksi Mycobacterium leprae, terutama di daerah dengan tingkat kejadian kusta tinggi. Penelitian juga dapat mengkaji efektivitas program pendidikan dan konseling berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran tentang penularan kusta dan pentingnya pengobatan segera. Dengan memperluas penelitian ini, diharapkan dapat mengembangkan strategi pencegahan yang lebih inklusif dan berbasis bukti untuk mengurangi beban kusta di Indonesia.
- Risk factors of leprosy and how its treatment it environmentally-friendly - IOPscience. risk factors... doi.org/10.1088/1742-6596/1469/1/012113Risk factors of leprosy and how its treatment it environmentally friendly IOPscience risk factors doi 10 1088 1742 6596 1469 1 012113
- Mycobacterium leprae transmission characteristics during the declining stages of leprosy incidence: A... journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0009436Mycobacterium leprae transmission characteristics during the declining stages of leprosy incidence A journals plos plosntds article id 10 1371 journal pntd 0009436
- Evidence of zoonotic leprosy in Pará, Brazilian Amazon, and risks associated with human contact... journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0006532Evidence of zoonotic leprosy in Pary Brazilian Amazon and risks associated with human contact journals plos plosntds article id 10 1371 journal pntd 0006532
| File size | 364.84 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Manajemen Pendidikan Kreatif Pesantren Dalam Menumbuhkan Soft Skill Santri Pesantren Assalafie. Proses pendidikanTujuan penelitian ini untuk mengetahui Manajemen Pendidikan Kreatif Pesantren Dalam Menumbuhkan Soft Skill Santri Pesantren Assalafie. Proses pendidikan
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Temuan ini mendukung pengembangan kebijakan nutrisi berbasis bukti, termasuk pelabelan makanan dan pembatasan iklan UPF untuk anak. Penelitian ini memperkenalkanTemuan ini mendukung pengembangan kebijakan nutrisi berbasis bukti, termasuk pelabelan makanan dan pembatasan iklan UPF untuk anak. Penelitian ini memperkenalkan
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Pengetahuan ibu nifas tentang pijat Woolwich berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI. Pijat Woolwich diyakini dapat merangsang hormon prolaktinPengetahuan ibu nifas tentang pijat Woolwich berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI. Pijat Woolwich diyakini dapat merangsang hormon prolaktin
ESDMESDM Namun, terdapat penampilan yang tidak biasa pada peta model cepat. Oleh karena itu, penyetelan hiperparameter untuk memperoleh model optimal tanpa overfittingNamun, terdapat penampilan yang tidak biasa pada peta model cepat. Oleh karena itu, penyetelan hiperparameter untuk memperoleh model optimal tanpa overfitting
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Menggaris bawahi tentang pentingnya profesionalitas guru melalui capaian kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugas nya sebagaiMenggaris bawahi tentang pentingnya profesionalitas guru melalui capaian kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugas nya sebagai
UNMUH BABELUNMUH BABEL Kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengguna ketidaklayakan kendaraan serta ketidaklayakaan jalan atau lingkungan. Jalan Brigjend Katamso termasuk daerahKecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengguna ketidaklayakan kendaraan serta ketidaklayakaan jalan atau lingkungan. Jalan Brigjend Katamso termasuk daerah
DWCUDWCU Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode before-after without control group quasi exsperimental, dimana dilakukan penilaian preMetode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode before-after without control group quasi exsperimental, dimana dilakukan penilaian pre
DWCUDWCU Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan menguji hipotesis yangPengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif statistik dengan menguji hipotesis yang
Useful /
UNDIPUNDIP Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap pasien, pengelolaan pengetahuan pasien yang efektif, dan penyesuaian layanan sesuai kebutuhanTemuan ini menunjukkan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap pasien, pengelolaan pengetahuan pasien yang efektif, dan penyesuaian layanan sesuai kebutuhan
UINSAIDUINSAID Penelitian terbatas pada satu kreator dan analisis konten saja. penelitian selanjutnya perlu menggabungkan survei audiens dan pendekatan longitudinal untukPenelitian terbatas pada satu kreator dan analisis konten saja. penelitian selanjutnya perlu menggabungkan survei audiens dan pendekatan longitudinal untuk
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Analisis sepuluh era kurikulum (1945‑2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang بصورة berulang.Analisis sepuluh era kurikulum (1945‑2026), dengan mengacu pada Apple, Bernstein, dan Popkewitz, mengidentifikasi lima mekanisme yang بصورة berulang.
IPM2KPEIPM2KPE Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional ex post facto. Populasi yang digunakan adalah orang tua muridMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional ex post facto. Populasi yang digunakan adalah orang tua murid