UADUAD

JAMPE (Journal of Asset Management and Public Economy)JAMPE (Journal of Asset Management and Public Economy)

Penelitian ini menganalisis determinan konsumsi listrik per kapita di Indonesia menggunakan pengeluaran konsumsi, investasi langsung asing (FDI), perdagangan, dan inflasi selama periode 1980-2022. Dengan meningkatnya permintaan listrik yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural, penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyediakan bukti tentang bagaimana variabel makroekonomi mempengaruhi konsumsi listrik secara berbeda dalam jangka pendek dan jangka panjang di Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan energi harus membedakan antara manajemen permintaan jangka pendek dan perencanaan pasokan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, pengeluaran konsumsi dan perdagangan memiliki efek positif dan signifikan terhadap konsumsi listrik, sedangkan inflasi memiliki efek negatif dan signifikan. FDI tidak memiliki efek signifikan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, FDI dan inflasi memiliki efek positif dan signifikan terhadap konsumsi listrik per kapita, yang menunjukkan bahwa investasi asing memperkuat kapasitas industri dan infrastruktur, sehingga meningkatkan permintaan energi. Pengeluaran dan perdagangan tidak signifikan secara statistik dalam jangka panjang, yang menunjukkan bahwa dampak tersebut bersifat sementara. Temuan ini menunjukkan bahwa permintaan listrik di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor siklik dan struktural. Oleh karena itu, kebijakan energi harus membedakan antara stabilisasi permintaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang, khususnya dengan mempromosikan investasi produktif dan menjaga stabilitas makroekonomi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan jangka pendek dan jangka panjang dari konsumsi listrik per kapita di Indonesia menggunakan pendekatan ARDL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi secara signifikan meningkatkan konsumsi listrik hanya dalam jangka pendek, sedangkan efek jangka panjangnya tidak signifikan, menunjukkan respons perilaku yang tertunda dan pengaruh kebijakan energi.Investasi langsung asing (FDI) tidak mempengaruhi konsumsi listrik dalam jangka pendek tetapi memiliki efek positif dan signifikan dalam jangka panjang, mencerminkan peran investasi dalam memperluas kapasitas industri dan infrastruktur.Perdagangan memiliki efek positif dan signifikan dalam jangka pendek karena dampaknya langsung pada aktivitas ekonomi, tetapi pengaruhnya berkurang dalam jangka panjang karena penyesuaian struktural, perubahan teknologi, dan regulasi energi.Inflasi mengurangi konsumsi listrik per kapita dalam jangka pendek melalui penurunan daya beli, tetapi dalam jangka panjang meningkatkan konsumsi listrik karena ekonomi menyesuaikan diri melalui pertumbuhan pendapatan dan perubahan pola konsumsi.Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen permintaan listrik di Indonesia harus membedakan antara stabilisasi permintaan jangka pendek dan perencanaan energi jangka panjang, dengan lebih menekankan perluasan kapasitas yang didorong investasi dan kerangka kebijakan energi yang konsisten.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak investasi langsung asing (FDI) pada konsumsi listrik per kapita dalam jangka panjang, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini dapat mengidentifikasi sektor-sektor mana yang paling dipengaruhi oleh FDI dan bagaimana FDI dapat meningkatkan kapasitas industri dan infrastruktur. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak perdagangan pada konsumsi listrik per kapita dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana perdagangan internasional mempengaruhi struktur industri dan aktivitas produksi, serta bagaimana hal ini berdampak pada konsumsi listrik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak inflasi pada konsumsi listrik per kapita dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana inflasi mempengaruhi daya beli masyarakat dan bagaimana ekonomi menyesuaikan diri dengan inflasi dalam jangka panjang. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika konsumsi listrik per kapita di Indonesia dan implikasinya bagi kebijakan energi.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10018-021-00331-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10018 021 00331 9
  2. Energy Consumption and Economic Growth: Empirical perspective Asian Development Countries | International... econjournals.com/index.php/ijeep/article/view/19315Energy Consumption and Economic Growth Empirical perspective Asian Development Countries International econjournals index php ijeep article view 19315
  3. Culprits of Increased Non-Renewable Energy Consumption in Indonesia: Role of Inflation, Poverty and Debts... doi.org/10.32479/ijeep.11889Culprits of Increased Non Renewable Energy Consumption in Indonesia Role of Inflation Poverty and Debts doi 10 32479 ijeep 11889
  4. GMM Approach to Residential Electricity Consumption in Indonesia | Published in Energy RESEARCH LETTERS.... erl.scholasticahq.com/article/33899-gmm-approach-to-residential-electricity-consumption-in-indonesiaGMM Approach to Residential Electricity Consumption in Indonesia Published in Energy RESEARCH LETTERS erl scholasticahq article 33899 gmm approach to residential electricity consumption in indonesia
  5. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s11356-022-21520-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s11356 022 21520 3
Read online
File size514.28 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test