UADUAD
JAMPE (Journal of Asset Management and Public Economy)JAMPE (Journal of Asset Management and Public Economy)Lokasi adalah aspek yang kompleks, multidimensi, dan seringkali sangat preferensial, tergantung pada preferensi pribadi. Dalam diskusi umum, hal ini mungkin tidak menimbulkan masalah yang signifikan. Namun, dalam analisis kuantitatif seperti penilaian properti perumahan (pendekatan perbandingan penjualan) atau penelitian terapan menggunakan model harga hedonik, sifat dan karakteristik lokasi dapat menjadi masalah besar. Meskipun lokasi sering kali termasuk dalam studi perumahan, tidak ada cara yang jelas dan sederhana untuk mengukur lokasi sebagai variabel tunggal. Tantangan ini semakin diperparah di Indonesia karena kurangnya basis data properti yang valid dan andal. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan tinjauan sistematis yang berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana lokasi dapat diukur secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan metode alternatif untuk mendefinisikan dan mengukur lokasi strategis perumahan dalam praktik penilaian, khususnya melalui pendekatan perbandingan penjualan. Berdasarkan tinjauan, lokasi diukur menggunakan dua aspek: aspek spasial dan aspek kebetulan. Secara umum, aspek spasial jauh lebih dominan daripada aspek kebetulan. Dimensi lokasi yang diidentifikasi mencakup jarak ke Pusat Bisnis (CBD), fasilitas transportasi, pusat komersial/perbelanjaan, pusat pekerjaan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, area rekreasi, serta kondisi dan aksesibilitas ke fasilitas-fasilitas tersebut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis untuk meningkatkan akurasi praktik penilaian properti dan menawarkan referensi yang berguna untuk penelitian masa depan, khususnya dalam konteks terbatas data seperti Indonesia.
Lokasi adalah variabel yang kompleks dan sulit diukur secara objektif, sering kali diperlakukan sebagai atribut parsial dalam penelitian dan praktik penilaian, yang menyebabkan inkonsistensi dalam penerapannya.Penelitian ini mengusulkan pendekatan komprehensif untuk mengukur lokasi berdasarkan tinjauan sistematis, menunjukkan bahwa lokasi dapat didefinisikan melalui dua aspek utama, yaitu spasial dan kebetulan, dengan aspek spasial yang lebih dominan.Dimensi kunci meliputi kedekatan dengan CBD, transportasi, pusat komersial, lapangan kerja, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, area rekreasi, serta kondisi aksesibilitas.Untuk meningkatkan penerapannya dalam model harga hedonik dan praktik penilaian, lokasi harus diukur sebagai variabel tunggal yang terintegrasi alih-alih secara terpisah.Sesuai dengan itu, penelitian ini mengusulkan kategorisasi lokasi berdasarkan pentingannya secara strategis menggunakan variabel dummy.sangat strategis (dalam radius 4 km), strategis (4-8 km), dan kurang strategis (lebih dari 8 km).Kontribusi penelitian ini terletak pada pengisian kesenjangan kritis dalam penelitian penilaian perumahan dengan melakukan tinjauan sistematis dan mensintesis metode yang ada untuk mengukur lokasi secara objektif.Penelitian ini juga memberikan hubungan konseptual dan operasional yang lebih jelas antara pengukuran aksesibilitas dan implementasinya dalam model penilaian.Selain itu, penelitian ini menawarkan fondasi terstruktur untuk mengstandarkan pengukuran lokasi di berbagai studi dan aplikasi.Temuan ini memiliki implikasi penting untuk meningkatkan akurasi dan konsistensi penilaian properti, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik bagi peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, dan investor.Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyempurnakan pengukuran lokasi, terutama dalam mendefinisikan titik referensi CBD yang tepat, menyesuaikan kerangka kerja dengan konteks lokal seperti Indonesia, memasukkan faktor transportasi, dan memahami persepsi publik tentang kedekatan.
Saran penelitian lanjutan yang diusulkan dalam artikel ini mencakup: (1) Mengidentifikasi peran substitusi fasilitas dalam mendefinisikan lokasi perumahan yang strategis, (2) Menilai set fasilitas yang tidak lengkap dan dampak mereka pada penilaian perumahan, dan (3) Mempelajari dinamika spasial fasilitas perkotaan untuk menentukan ambang batas substitusi dalam mendefinisikan lokasi perumahan yang strategis. Masing-masing topik penelitian ini membuka jalur yang berbeda untuk mendalami pemahaman tentang bagaimana kehadiran fasilitas dan substitusi mereka mempengaruhi nilai properti. Mereka menantang kebijaksanaan konvensional bahwa hanya set fasilitas lengkap yang mendefinisikan lokasi strategis dengan menyelidiki peran yang mungkin dimainkan oleh fasilitas yang berbeda ketika mereka berfungsi sebagai pengganti satu sama lain. Penelitian ini juga menyoroti kebutuhan akan pengukuran lokasi yang lebih cermat, terutama dalam mendefinisikan titik referensi CBD yang tepat, menyesuaikan kerangka kerja dengan konteks lokal seperti Indonesia, memasukkan faktor transportasi, dan memahami persepsi publik tentang kedekatan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan metode penilaian properti yang lebih akurat dan andal, khususnya dalam konteks terbatas data seperti Indonesia.
- 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... hrpub.org/journals/article_info.php?aid=112670 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board hrpub journals article info php aid 11267
- . 0 mdpi.com/2071-1050/12/11/4599A 0 mdpi 2071 1050 12 11 4599
- The Hedonic Pricing Model Applied to the Housing Market - International Journal of Economics and Business... doi.org/10.35808/ijeba/526The Hedonic Pricing Model Applied to the Housing Market International Journal of Economics and Business doi 10 35808 ijeba 526
- Best Practices for Using Hedonic Property Value Models to Measure Willingness to Pay for Environmental... journals.uchicago.edu/doi/10.1093/reep/reaa001Best Practices for Using Hedonic Property Value Models to Measure Willingness to Pay for Environmental journals uchicago edu doi 10 1093 reep reaa001
- CLUSTERING AND MULTINOMIAL LOGIT ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING HOUSEHOLD RESIDENTIAL LOCATION CHOICE... doi.org/10.37043/jura.2023.15.2.3CLUSTERING AND MULTINOMIAL LOGIT ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING HOUSEHOLD RESIDENTIAL LOCATION CHOICE doi 10 37043 jura 2023 15 2 3
| File size | 354.14 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UADUAD Investasi Langsung Asing (FDI) merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara berkembang dan maju di Asia.Investasi Langsung Asing (FDI) merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara berkembang dan maju di Asia.
UADUAD Temuan ini menunjukkan bahwa permintaan listrik di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor siklik dan struktural. Oleh karena itu, kebijakan energi harusTemuan ini menunjukkan bahwa permintaan listrik di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor siklik dan struktural. Oleh karena itu, kebijakan energi harus
UADUAD Kredit domestik yang memadai mencerminkan kematangan sektor keuangan yang mendukung ekspansi bisnis. Ketersediaan energi yang andal menunjukkan kesiapanKredit domestik yang memadai mencerminkan kematangan sektor keuangan yang mendukung ekspansi bisnis. Ketersediaan energi yang andal menunjukkan kesiapan
GUNABANGSAGUNABANGSA Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan retrospective memanfaatkan data sekunder dari rekam medis 126 pasien SKA yang dirawatMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan retrospective memanfaatkan data sekunder dari rekam medis 126 pasien SKA yang dirawat
STIEKENSTIEKEN Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya strategi promosi berbasis pengalaman pelanggan, peningkatan kualitas layanan, serta pemilihan lokasiImplikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya strategi promosi berbasis pengalaman pelanggan, peningkatan kualitas layanan, serta pemilihan lokasi
STIEKENSTIEKEN Selain itu, pengenalan merek berdampak positif pada keputusan tersebut. Selain itu, kualitas produk meningkatkan kesadaran merek dan mempengaruhi pembelian.Selain itu, pengenalan merek berdampak positif pada keputusan tersebut. Selain itu, kualitas produk meningkatkan kesadaran merek dan mempengaruhi pembelian.
JOURNAL COMPUTINGJOURNAL COMPUTING Penelitian ini membandingkan dua arsitektur model yaitu dengan augmentasi data dan tanpa augmentasi dalam mengklasifikasikan daun teh klon seri GMB 1-5.Penelitian ini membandingkan dua arsitektur model yaitu dengan augmentasi data dan tanpa augmentasi dalam mengklasifikasikan daun teh klon seri GMB 1-5.
JOURNAL COMPUTINGJOURNAL COMPUTING Metode pengembangan menggunakan pendekatan waterfall dan desain sistem UML, dengan fitur seperti login, pembuatan dan penyimpanan catatan, serta logout.Metode pengembangan menggunakan pendekatan waterfall dan desain sistem UML, dengan fitur seperti login, pembuatan dan penyimpanan catatan, serta logout.
Useful /
PROSCIENCESPROSCIENCES Perawatan termasuk pendidikan gizi, bimbingan terstruktur tentang konsumsi besi dan MMS yang benar, pemberian tablet besi, dan pemantauan kepatuhan selamaPerawatan termasuk pendidikan gizi, bimbingan terstruktur tentang konsumsi besi dan MMS yang benar, pemberian tablet besi, dan pemantauan kepatuhan selama
GUNABANGSAGUNABANGSA Sampel penelitian menggunakan simple random sampling terdiri dari 110 responden yang terbagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Penelitian dilaksanakanSampel penelitian menggunakan simple random sampling terdiri dari 110 responden yang terbagi dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Penelitian dilaksanakan
GUNABANGSAGUNABANGSA Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan prospective cohort dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampelMetode: Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan prospective cohort dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel
JOURNAL COMPUTINGJOURNAL COMPUTING Hasil akurasi prediksi sebesar 89.59%. Evaluasi dengan metrik AUC juga menunjukkan nilai 89.59%, mengindikasikan bahwa model ini memiliki kemampuan klasifikasiHasil akurasi prediksi sebesar 89.59%. Evaluasi dengan metrik AUC juga menunjukkan nilai 89.59%, mengindikasikan bahwa model ini memiliki kemampuan klasifikasi