POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menyita banyak perhatian. Penderita DM tipe 2 berisiko mengalami penyakit oklusif arteri perifer. Salah satu cara mendeteksi PAD secara dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan sirkulasi melalui perhitungan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Senam kaki diharapkan akan memperbaiki sirkulasi pada pembuluh darah perifer pada kaki. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi senam kaki terhadap nilai ABI pada pasien diabetes mellitus. Metode penelitian adalah quasy eksperimen. Populasi penelitian adalah penderita diabetes mellitus di desa Kutu wetan Kec. Jetis sejumlah 67 orang, sampel penelitian adalah purpusive sample sejumlah 40 orang. Senam kaki dilakukan dengan durasi 15-20 menit, 5 kali seminggu sesuai SOP Senam Kaki DM. Pengumpulan data menggunakan dengan memeriksa nilai ABI sebelum dan setelah dilakukan intervensi senam kaki DM. Rata-rata nilai ABI meningkat pada kaki kiri sebelum dan sesudah senam kaki 1,06 menjadi 1,12 sedangkan pada kaki kanan 1,07 menjadi 113. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan sampel penelitian. Subjek penelitian adalah pasien dengan Diabetes Mellitus (DM). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai signifikansi p < 0.05, hal ini berarti terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara variabel yang diteliti.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan senam kaki DM terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita DM tipe 2 (p < 0,05).Intervensi senam kaki yang dilakukan dipengaruhi oleh variasi respons pada sebagian responden, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat dan durasi intervensi yang lebih panjang untuk mengonfirmasi hasil penelitian ini.Peneliti menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian ini, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial, yang dapat memengaruhi hasil penelitian.Seluruh proses penelitian dilakukan secara independen dan objektif sesuai dengan kaidah ilmiah.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan desain randomized controlled trial (RCT) dengan kelompok kontrol untuk meningkatkan validitas internal dan memastikan hubungan kausal antara senam kaki dan perubahan nilai ABI. Selain itu, perlu dilakukan pengukuran follow-up jangka panjang (3-6 bulan) untuk mengevaluasi keberlanjutan efek intervensi. Selanjutnya, kombinasi intervensi senam kaki dengan edukasi gizi pada pasien DM dapat diteliti untuk mengevaluasi efek sinergis terhadap perbaikan sirkulasi perifer dan kontrol metabolik. Penelitian ini juga dapat memperluas cakupan populasi dengan meneliti kelompok lansia atau pasien dengan komorbiditas lain untuk memahami variabilitas respons terhadap intervensi. Terakhir, studi tentang mekanisme fisiologis senam kaki dalam meningkatkan ABI dapat dilakukan untuk memperkuat dasar teoritis intervensi ini.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s40279-014-0261-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s40279 014 0261 z
  2. 2017 ESC Guidelines on the Diagnosis and Treatment of Peripheral Arterial Diseases, in collaboration... academic.oup.com/eurheartj/article/39/9/763/40950382017 ESC Guidelines on the Diagnosis and Treatment of Peripheral Arterial Diseases in collaboration academic oup eurheartj article 39 9 763 4095038
Read online
File size331.92 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test