POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Arthritis gout menyebabkan banyak keluhan terutama pada kalangan lansia seperti nyeri sendi. Nyeri asam urat disebabkan oleh tumpukan kristal asam urat pada persendian. Terapi kompres hangat non-farmakologi diharapkan mengurangi nyeri sendi pada penderita asam urat. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan jumlah 2 subjek penelitian pada tanggal 26 Februari 2024-10 Maret 2024. Pengambilan data menggunakan teknik observasi dan wawancara terstruktur dan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi. Hasil penelitian subjek 1 sebelum dilakukan kompres hangat didapatkan intensitas nyeri dengan skala 6 (jauh lebih menyeringai) dan subjek 2 didapatkan skala 6 (jauh lebih menyeringai). Sedangkan setelah dilakukan kompres hangat pada subjek 2 didapatkan hasil skala 2 (wajah datar) dan subjek 2 mendapatkan skala 4 (sedikit menyeringai). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yakni pemilihan jenis kelamin subjek penelitian yang berbeda sehingga dapat diketahui perbedaan intensitas nyeri yang dirasakan antara laki-laki dan perempuan serta dilakukannya pemberian kompres hangat yang lebih lama sehingga hasil perkembangan intensitas nyeri subjek penelitian yang diperoleh lebih maksimal.

Berdasarkan hasil penelitian tentang intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat pada lansia penderita Artritis Gout di Puskesmas Arjuno dapat disimpulkan bahwa.Intensitas nyeri yang dirasakan sebelum dilakukan kompres hangat pada kedua subjek menunjukkan skala tertinggi 6 (jauh lebih menyeringai) sedangkan skala terkecil 4 (sedikit menyeringai).Intensitas nyeri yang dirasakan sesudah dilakukan implementasi kompres hangat pada subjek 1 menunjukkan skala nyeri tertinggi 6 (jauh lebih menyeringai) turun hingga skala nyeri terkecil 2 (tampak datar) dan subjek 2 menunjukkan skala nyeri tertinggi 6 (jauh lebih menyeringai) turun pada skala nyeri terkecil 4 (sedikit menyeringai).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variasi durasi kompres hangat terhadap efektivitas penurunan nyeri pada lansia, dengan membandingkan hasil antara kompres 15 menit dan 30 menit. Selain itu, penelitian juga bisa mempelajari respons nyeri berdasarkan perbedaan jenis kelamin, karena data menunjukkan perbedaan kecepatan respons antara subjek perempuan. Penelitian lainnya dapat mengeksplorasi kombinasi terapi non-farmakologi, seperti kompres hangat dikombinasikan dengan teknik relaksasi otot progresif, untuk melihat efek sinergis dalam mengurangi nyeri sendi. Hal ini dapat membantu memperkaya pendekatan manajemen nyeri pada penderita gout arthritis tanpa mengandalkan obat kimia.

  1. Efektivitas Kompres Hangat pada Lansia terhadap Penurunan Nyeri Gout Arthritis di Posbindu Kemuning Baktijaya... Doi.Org/10.33024/Mnj.V5i7.9047Efektivitas Kompres Hangat pada Lansia terhadap Penurunan Nyeri Gout Arthritis di Posbindu Kemuning Baktijaya Doi Org 10 33024 Mnj V5i7 9047
Read online
File size239.76 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test