POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Kualitas tidur yang buruk mengurangi antibodi dan meningkatkan perasaan lemah dan lelah, hormon kortisol dan system saraf simpatik akan berubah ketika kualitas tidur seseorang buruk yang dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat (Assiddiqy, 2020). Aromaterapi merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan dimana aromaterapi tidak menimbulkan ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh aromaterapi sereh terhadap kualitas tidur pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental, desain yang digunakan yaitu pretest-posttest untuk satu kelompok. Penelitian ini menggunakan metode quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang lanjut usia berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kuesioner PSQI digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Intervensi yang dilakukan berupa aromaterapi serai melalui reed diffuser. Karena data tidak berdistribusi normal, maka uji Wilcoxon digunakan. Hasil penelitian diperoleh p-value sebesar 0,01 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah mendapat aromaterapi serai, artinya terdapat pengaruh pemberian aromaterapi serai terhadap kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi.

Setelah pemberian intervensi aromaterapi sereh selama satu minggu dengan metode reed diffuser, 8 dari 10 responden mengalami peningkatan kualitas tidur dari buruk menjadi baik sedangkan 2 responden tidak mengalami perubahan dalam kualitas tidurnya.Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan kualitas tidur pada lansia sebelum pemberian perlakuan dan setelah pemberian perlakuan aromaterapi sereh, didapatkan nilai p-value adalah 0,01 yang artinya terdapat perbedaan kualitas tidur sebelum pemberian aromaterapi sereh dan setelah pemberian aromaterapi sereh, sehingga dapat dikatakan ada pengaruh dalam pemberian aromaterapi sereh terhadap kualitas tidur pada lansia dengan hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek aromaterapi sereh pada kualitas tidur lansia dengan hipertensi. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada durasi dan frekuensi pemberian aromaterapi, serta efek jangka panjangnya terhadap kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, studi komparatif antara aromaterapi sereh dengan terapi non-farmakologis lainnya juga dapat dilakukan untuk menentukan efektivitas relatifnya. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk memahami mekanisme biologis di balik pengaruh aromaterapi sereh pada kualitas tidur, yang dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang manfaat aromaterapi dalam perawatan kesehatan.

Read online
File size289.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test