STIE YADIKASTIE YADIKA

Jurnal Transparan Institut Teknologi dan Bisnis YadikaJurnal Transparan Institut Teknologi dan Bisnis Yadika

Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan sebagai perencana, pengambil keputusan, dan pelaksana untuk mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan menjadi elemen penting, karena produktivitas dan kualitas layanan perusahaan sangat bergantung pada efektivitas kerja karyawan. Namun, penggunaan internet untuk keperluan pribadi selama jam kerja , telah menjadi fenomena yang menurunkan produktivitas dan kinerja karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ini adalah self control dan workload. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cyberloafing dan workload terhadap employee performance dengan self control sebagai variabel moderasi, pada divisi akuntansi PT. Halimjaya Sakti. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik sampling jenuh (sensus), dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing tidak berpengaruh terhadap employee performance, workload berpengaruh signifikan terhadap employee performance, self-control tidak mampu memoderasi cyberloafing dan workload terhadap employee performance. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi perilaku cyberloafing maka semakin rendah terhadap employee performance pada karyawan bagian accounting PT. Halimjaya Sakti.

Variabel Cyberloafing (X1) tidak berpengaruh positif terhadap Employee Performance (Y) di divisi accounting PT.Halimjaya Sakti, yang mengindikasikan bahwa perilaku Cyberloafing yang dilakukan oleh karyawan tidak berdampak langsung pada kinerja mereka.Workload (X2) memiliki pengaruh positif terhadap Employee Performance (Y), hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkontribusi pada peningkatan kinerja karyawan.Variabel Self Control (Z) tidak memoderasi hubungan antara Cyberloafing (X1) dan Employee Performance (Y), maupun antara Workload (X2) dan Employee Performance (Y).hal ini mengindikasikan bahwa Self Control berfungsi sebagai Predictor Moderation (berperan sebagai variabel independen tanpa mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel lainnya dalam model penelitian ini).

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman mengenai dinamika kinerja karyawan dengan menelaah peran variabel-variabel eksternal seperti lingkungan kerja yang mendukung atau tingkat motivasi intrinsik karyawan. Pertanyaan penelitian dapat diajukan mengenai bagaimana lingkungan kerja yang positif dapat memitigasi dampak negatif cyberloafing atau bagaimana motivasi yang kuat dapat memperkuat kontrol diri dalam menghadapi beban kerja. Selain itu, mengingat studi ini terbatas pada satu divisi dan perusahaan, investigasi komparatif di berbagai jenis organisasi atau sektor industri, serta dengan sampel yang lebih heterogen, akan sangat bermanfaat untuk menguji generalisasi temuan. Misalnya, apakah budaya organisasi yang berbeda mempengaruhi frekuensi cyberloafing atau efektivitas kontrol diri karyawan. Selanjutnya, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengapa kontrol diri tidak berfungsi sebagai variabel moderasi dalam konteks ini, studi kualitatif mendalam, seperti wawancara atau focus group discussion dengan karyawan, dapat mengungkapkan persepsi subjektif mereka terhadap kontrol diri dan bagaimana mereka mengelola godaan cyberloafing di tengah tekanan beban kerja. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka wawasan baru tentang mekanisme psikologis yang mendasari perilaku kerja dan kinerja.

Read online
File size479.84 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test