ABHINAYAABHINAYA

Journal of Public Health and NursingJournal of Public Health and Nursing

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia dan sering kali menyebabkan penurunan fungsi otot, khususnya pada ekstremitas atas. Kelemahan otot dapat menghambat pasien stroke untuk melakukan aktivitas harian secara mandiri. Salah satu pendekatan rehabilitasi sederhana dan terjangkau adalah penggunaan terapi pegangan bola karet ber tekstur, yang diyakini mampu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas terapi pegangan bola karet ber tekstur dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke di wilayah kerja Puskesmas Darek. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok. Total 33 pasien stroke yang memenuhi kriteria inklusi dipilih melalui total sampling. Intervensi melibatkan latihan pegangan dengan bola karet ber tekstur selama 10–15 menit, dua kali sehari selama satu bulan. Kekuatan otot dinilai sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan signifikan dalam kekuatan otot setelah terapi (p < 0,025), menunjukkan efektivitas terapi pegangan bola karet ber tekstur dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode ini dapat menjadi pilihan intervensi non-farmakologis untuk rehabilitasi stroke, khususnya di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Berdasarkan hasil dan diskusi, dapat disimpulkan bahwa pegangan bola karet ber tekstur efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke di wilayah kerja Puskesmas Darek.Hal ini menunjukkan bahwa semakin rutin pasien melakukan latihan pegangan bola karet ber tekstur, semakin besar peningkatan kekuatan otot yang dicapai.sebaliknya, latihan yang tidak teratur tidak menghasilkan peningkatan kekuatan otot.Penelitian ini menekankan bahwa terapi pegangan bola karet ber tekstur dapat menjadi pendekatan alternatif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke.Namun, peneliti mengakui beberapa keterbatasan studi ini, termasuk ukuran sampel kecil, periode intervensi singkat, dan tidak adanya kelompok kontrol untuk perbandingan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi dengan desain acak terkontrol untuk membandingkan efektivitas terapi pegangan bola karet ber tekstur dengan metode lain seperti terapi cermin, yang telah diulas dalam literatur. Selain itu, penelitian dapat memperpanjang durasi intervensi hingga beberapa bulan untuk mengevaluasi efek jangka panjang terhadap kekuatan otot dan fungsi motorik pasien stroke. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi kombinasi terapi pegangan bola karet dengan latihan koordinasi atau penguatan otot lainnya untuk meningkatkan hasil rehabilitasi secara holistik. Pendekatan ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang efektivitas terapi, tetapi juga membantu merancang program rehabilitasi yang lebih komprehensif dan terjangkau untuk pasien stroke di tingkat pelayanan primer.

Read online
File size205.01 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test