UIN MALANGUIN MALANG

Journal of Islamic MedicineJournal of Islamic Medicine

Latar belakang: Perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tular vektor melalui perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi dinamika vektor dan pola penularan penyakit. Kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim sekaligus memiliki beban penyakit tular vektor yang tinggi. Namun, bukti ilmiah yang secara sistematis mengkaji hubungan antara variabel iklim dan penyakit tular vektor di kawasan ini masih terbatas dan tersebar. Tujuan: Untuk mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara perubahan dan variabilitas iklim dengan kejadian penyakit tular vektor di Asia Tenggara. Metode: Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, EBSCOhost, dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci terkait perubahan iklim dan penyakit tular vektor. Artikel yang diinklusikan merupakan artikel penelitian original berbahasa Inggris, dipublikasikan pada periode 2021–2026, dan dilakukan di negara-negara Asia Tenggara. Proses seleksi dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan instrumen penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI). Sintesis hasil dilakukan secara naratif. Hasil: Tujuh studi memenuhi kriteria inklusi. Suhu menunjukkan hubungan non-linear dengan risiko penyakit, dimana peningkatan suhu dalam rentang optimal meningkatkan transmisi, sementara suhu ekstrem cenderung bersifat protektif. Kelembapan absolut dan curah hujan umumnya berasosiasi positif dengan peningkatan insidensi, meskipun efeknya bergantung pada intensitas dan distribusi temporal. Gelombang panas dan kekeringan menunjukkan efek tertunda yang dapat meningkatkan risiko, sedangkan kondisi sangat basah berpotensi menurunkan transmisi pada konteks tertentu. Faktor lingkungan memperlihatkan peran penting, di mana kepadatan urban mendukung dominasi vektor tertentu, dan polutan udara menunjukkan asosiasi protektif pada beberapa studi. Kesimpulan: Hubungan antara variabel iklim dan penyakit tular vektor bersifat kompleks, non-linear, dan bersifat lokal. Integrasikan variabel iklim ekstrem dan faktor lingkungan dalam sistem peringatan dini serta strategi pengendalian berbasis wilayah menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Asia Tenggara.

Hubungan antara variabel iklim dan penyakit tular vektor bersifat kompleks, non-linear, dan bersifat lokal.Integrasikan variabel iklim ekstrem dan faktor lingkungan dalam sistem peringatan dini serta strategi pengendalian berbasis wilayah menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Asia Tenggara.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak perubahan iklim pada penyakit tular vektor di wilayah pesisir Asia Tenggara, yang rentan terhadap banjir dan kenaikan permukaan laut. Selain itu, analisis interaksi antara polusi udara dan variabilitas iklim terhadap penyebaran vektor seperti nyamuk Aedes perlu dilakukan untuk memahami mekanisme kompleksnya. Penelitian juga disarankan untuk mengembangkan model prediksi berbasis kecerdasan buatan yang menggabungkan data iklim, lingkungan, dan sosial ekonomi untuk meningkatkan respons kesehatan masyarakat terhadap ancaman penyakit tular vektor.

  1. Spatio-temporal distribution and environmental determinants of dengue vectors in Phnom Penh, Cambodia... journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0013667Spatio temporal distribution and environmental determinants of dengue vectors in Phnom Penh Cambodia journals plos plosntds article id 10 1371 journal pntd 0013667
  2. Climate Change and Vector-Borne Diseases in Southeast Asia: A Systematic Literature Review | Akbar |... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/jim/article/view/41558Climate Change and Vector Borne Diseases in Southeast Asia A Systematic Literature Review Akbar ejournal uin malang ac index php jim article view 41558
Read online
File size474.01 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test