IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN
Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode guru dalam membiasakan santri non-Jawa menguasai tulisan Pegon di Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga kategori pembelajaran, yaitu metode formal (imlak, khot, tamrin, mutholaah), non formal (diskusi dan pembelajaran sebaya), serta spiritual (ngaji ndalem). Ketiga metode tersebut terbukti membantu santri non Jawa beradaptasi dengan lingkungan bahasa dan budaya pesantren secara bertahap. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara metode klasik dan pendekatan praktis, yang dipadukan dengan suasana belajar spiritual, memperkuat penguasaan santri terhadap tulisan Pegon sekaligus menumbuhkan adaptasi lintas budaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pembiasaan tulisan Pegon bagi santri non-Jawa di Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo berlangsung secara bertahap melalui sinergi antara guru, pengurus, dan teman sebaya.Guru berperan utama melalui penerapan tiga metode pembelajaran, yaitu formal (imlak, khot, tamrin, mutholaah), nonformal (diskusi dan belajar kelompok), serta spiritual (ngaji ndalem bersama kiai).Kendala utama yang dihadapi santri non-Jawa adalah keterbatasan bahasa Jawa dan perbedaan sistem tulisan, namun hal tersebut dapat diatasi dengan pendampingan intensif, dukungan sosial, dan motivasi spiritual.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas metode pembelajaran sebaya dalam meningkatkan penguasaan tulisan Pegon bagi santri non-Jawa. Selanjutnya, peneliti dapat mengeksplorasi peran praktik spiritual dalam mempercepat adaptasi budaya dan bahasa di lingkungan pesantren. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang pendidikan Pegon terhadap perkembangan akademik dan identitas budaya santri non-Jawa di pesantren tradisional perlu dilakukan untuk memperkaya kerangka teoritis pendidikan multikultural.
| File size | 255.33 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UINKHASUINKHAS Dominasi bahasa Inggris menunjukkan bahwa istilah Pilates telah menjadi standar internasional dalam industri kebugaran. sehingga, istilah-istilah ini tetapDominasi bahasa Inggris menunjukkan bahwa istilah Pilates telah menjadi standar internasional dalam industri kebugaran. sehingga, istilah-istilah ini tetap
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sekaligus menganalisis respon siswa terhadap peran guru tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahuiArtikel ini bertujuan untuk menganalisis sekaligus menganalisis respon siswa terhadap peran guru tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Guru diharapkan mampu merancang dan memanfaatkan alat peraga sederhana yang kontekstual dengan materi pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih bermaknaGuru diharapkan mampu merancang dan memanfaatkan alat peraga sederhana yang kontekstual dengan materi pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih bermakna
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Hasilnya tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga membentuk kebiasaan religius yang berkelanjutan pada diri santri. Berdasarkan hasil penelitianHasilnya tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga membentuk kebiasaan religius yang berkelanjutan pada diri santri. Berdasarkan hasil penelitian
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Bagi siswa, kendala ini diatasi melalui program tahfidz, qiroah, dan kegiatan literasi Al-Quran. Implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Al-QuranBagi siswa, kendala ini diatasi melalui program tahfidz, qiroah, dan kegiatan literasi Al-Quran. Implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Al-Quran
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Selain itu, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat hingga mencapai 85%, menunjukkan bahwa model ICM mampu menciptakan suasana belajar yangSelain itu, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat hingga mencapai 85%, menunjukkan bahwa model ICM mampu menciptakan suasana belajar yang
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Penggunaan media permainan tradisional cublak-cublak suweng mampu memberikan kebebasan kepada peserta didik kelas 1 untuk mengembangkan karakter yang dimilikinya.Penggunaan media permainan tradisional cublak-cublak suweng mampu memberikan kebebasan kepada peserta didik kelas 1 untuk mengembangkan karakter yang dimilikinya.
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Teknik pengumpulan data meliputi angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasikTeknik pengumpulan data meliputi angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik
Useful /
1001TUTORIAL1001TUTORIAL Aplikasi Zielts menunjukkan potensi dalam meningkatkan keterampilan mendengar IELTS melalui pendekatan teknologi.meskipun peningkatan hasil tidak signifikanAplikasi Zielts menunjukkan potensi dalam meningkatkan keterampilan mendengar IELTS melalui pendekatan teknologi.meskipun peningkatan hasil tidak signifikan
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Dengan menanamkan sikap toleransi, kerukunan sikap moderat siswa mampu menghargai dan bersikap toleransi terhadap teman yang berbeda dari segi agama, bahasaDengan menanamkan sikap toleransi, kerukunan sikap moderat siswa mampu menghargai dan bersikap toleransi terhadap teman yang berbeda dari segi agama, bahasa
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Dari persamaan regresi, nilai (a) = 19,987, artinya nilai konsisten pembiasaan salat Dhuha 19,987. Koefisien arah regresi = 0,112 (bernilai positif), artinyaDari persamaan regresi, nilai (a) = 19,987, artinya nilai konsisten pembiasaan salat Dhuha 19,987. Koefisien arah regresi = 0,112 (bernilai positif), artinya
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Bina Insani Muslim telah mengintegrasikan HOTS secara sistematis melalui kurikulum terpadu yang memadukan KurikulumHasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Bina Insani Muslim telah mengintegrasikan HOTS secara sistematis melalui kurikulum terpadu yang memadukan Kurikulum