POLSRIPOLSRI

Jurnal Laporan Akhir Teknik KomputerJurnal Laporan Akhir Teknik Komputer

Animasi tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam mengerjakan suatu pekerjaan maupun menciptakan sebuah karya agar informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus menghibur penonton yang melihat. Salah satu jenis animasi yaitu motion graphic yang dapat menerapkan pembelajaran videografi dimana di dalam videografi tersebut ada materi komposisi dan pergerakan kamera. Komposisi dan pergerakan kamera akan selalu dipakai ketika kita membuat sebuah video atau film. Hal ini dikarenakan pergerakan kamera merupakan penentu dalam pergerakan sebuah kamera dalam mengambil gambar. Maka dari itu, penulis tertarik untuk membuat video animasi pembelajaran tentang komposisi dan pergerakan kamera guna memberikan edukasi kepada masyarakat. Pada penelitian ini menggunakan metode pengembangan multimedia Luther yang terdiri atas tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Video ini disajikan dalam format MP4 dan dapat diputar hampir pada semua perangkat pemutar video yang ada. Berdasarkan hasil uji kuesioner yang dilakukan terhadap 3 responden apha dan 65 responden beta, maka dapat disimpulkan responden sangat setuju bahwa video animasi pembelajaran ini menarik dari segi tampilan dan materi.

Berdasarkan hasil uji kuesioner terhadap responden ahli di bidang multimedia, media pembelajaran ini dinilai baik dari segi tampilan dan isi materi dengan persentase 76%.Lebih lanjut, hasil uji kuesioner terhadap responden umum menunjukkan bahwa video animasi pembelajaran ini sangat menarik dari segi warna, layout, dan tipografi, memiliki kesesuaian musik pengiring dan kualitas audio yang baik, uraian pembahasan yang jelas, serta sangat efektif dalam membuat penonton memahami komposisi dan pergerakan kamera pada videografi dengan materi yang mudah dipahami.

Berdasarkan keberhasilan media pembelajaran videografi berbasis motion graphic yang telah dikembangkan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperkaya inovasi pendidikan dan videografi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang media ini dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta didik terkait komposisi dan pergerakan kamera. Penelitian tersebut dapat menggunakan metodologi kuantitatif untuk mengukur retensi pengetahuan dan kemampuan aplikasi materi setelah periode waktu tertentu, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang belajar melalui metode tradisional, sehingga kita bisa lebih yakin akan dampak edukatif sesungguhnya. Kedua, mengingat fleksibilitas motion graphic, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi perbandingan berbagai gaya visual animasi atau penambahan elemen interaktif, seperti simulasi mini atau kuis mandiri, untuk melihat bagaimana variasi ini memengaruhi motivasi belajar dan keterlibatan pengguna. Studi semacam ini dapat membantu mengidentifikasi desain motion graphic yang paling optimal tidak hanya menarik secara visual tetapi juga efektif secara pedagogis untuk materi teknis seperti videografi. Terakhir, untuk mengatasi tantangan aksesibilitas dan memperluas jangkauan, sebuah penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi media pembelajaran ini ke dalam platform digital yang lebih terintegrasi, seperti aplikasi mobile khusus atau modul e-learning pada Learning Management System (LMS). Investigasi ini akan mengevaluasi bagaimana integrasi pada platform tersebut, lengkap dengan fitur pendukung seperti umpan balik langsung atau latihan berbasis kasus, dapat mengoptimalkan pengalaman belajar dan memudahkan distribusi materi komposisi dan pergerakan kamera kepada audiens yang lebih luas dan beragam.

Read online
File size377.08 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test