UNPRIUNPRI

AgroprimatechAgroprimatech

Studi ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dosis eco-enzyme terhadap pertumbuhan plantlet kentang Granola Kembang (Solanum tuberosum L.). Penelitian dilakukan di Screen House Pusat Benih Hortikultura Kutagadung, Berastagi, Kabupaten Karo, dari Desember 2017 hingga Januari 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis eco-enzyme: 0 mg/L (kontrol), 70 mg/L, 150 mg/L, dan 250 mg/L, masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Data d analisis menggunakan uji ANOVA dan uji DMRT 5%. Hasil menunjukkan bahwa penerapan eco-enzyme berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan plantlet kentang. Dosis 150 mg/L menghasilkan pertumbuhan terbaik pada semua parameter, dengan tinggi tanaman rata-rata 12,84 cm, jumlah daun 10,23, dan luas daun 36,77 cm². Dosis 250 mg/L tidak berbeda signifikan dari 150 mg/L, tetapi lebih tinggi dari kontrol. Kesimpulan bahwa dosis 150 mg/L adalah dosis optimal untuk pertumbuhan plantlet kentang Granola Kembang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi eco-enzyme secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan plantlet kentang Granola Kembang dalam semua parameter yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun.Peningkatan dosis eco-enzyme dari 0 hingga 150 mg/L cenderung meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi peningkatan dosis hingga 250 mg/L tidak menghasilkan perbedaan signifikan dibandingkan dosis 150 mg/L.Dosis 150 mg/L menghasilkan hasil terbaik dengan tinggi tanaman rata-rata 12,84 cm, jumlah daun 10,23, dan luas daun 36,77 cm².Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dosis eco-enzyme 150 mg/L adalah dosis optimal untuk meningkatkan pertumbuhan plantlet kentang Granola Kembang pada fase awal pertumbuhan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas dosis eco-enzyme pada kondisi lapangan untuk memvalidasi hasil dalam lingkungan nyata. Selain itu, studi tentang frekuensi penerapan eco-enzyme yang berbeda dapat dikembangkan untuk menemukan metode optimal dalam budidaya berkelanjutan kentang. Penelitian juga dapat fokus pada pengaruh eco-enzyme terhadap pembentukan umbi dan hasil panen kentang Granola Kembang, serta eksplorasi variasi dosis di sekitar dosis optimal (misalnya 100, 150, dan 200 mg/L) untuk memperluas pemahaman tentang respons tanaman terhadap perubahan konsentrasi.

Read online
File size575.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test