UNPRIUNPRI

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima (JURITI PRIMA)Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima (JURITI PRIMA)

Human error (kesalahan manusia) kerap menjadi risiko kecelakaan kerja yang terjadi di lapangan kerja, penyebab human error diantaranya yaitu karena dari manusia itu sendiri, mesin, dan lingkungan. Dengan adanya analisis human error dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. PT KONSTRUKSI bergerak dalam bidang industri dan konstruksi. Bedasarkan data tahun 2023 didapatkan 5% dari 8 pekerja yang ada di jalur1 mengalami kecelakaan kerja seperti tangan tergores oleh mesin. Hasil penelitian ini didapatkan task dengan nilai human error probability tertinggi pada Proses Welded Beam terdapat pada task 1.1 menyiapkan dan menggunakan APD sesuai dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi dengan possible human error tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) nilai HEP nya sebesar 0,594 dan upaya pengendalian melakukan sosialisasi standar pemakaian APD. Pada Proses Cutting Plat terdapat pada task 1.2 memastikan mesin dalam keadaan bersih dan tidak dalam perbaikan dengan possible human error pekerja mengabaikan mesin saat proses perbaikan (maintenance) nilai HEP nya sebesar 0,962 dan upaya pengendaliannya dilakukan pemeriksaan berkala dan sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di titik terjangkau.

Terdapat 2 proses produksi pada PT Konstruksi yaitu proses welded beam dan proses cutting plat.Pada Proses Welded Beam terdapat 4 stasiun kerja yaitu persiapan produksi, proses tack weld T beam, setting parameter dan proses pengelasan.Stasiun kerja tersebut terdiri dari 1,6,4, dan 8 task.Dari task tersebut possible human error yang paling sering dilakukan yaitu tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dan tidadk menggunakan sarung tangan khusus saat mengoperasikan mesin.Task dan possible human error memiliki kemungkinan terjadi human error merupakan generic task type B, D, dan E.Task dengan nilai human error probability tertinggi pada Proses Welded Beam adalah stasiun kerja persiapan produksi terdapat pada task 1.1 siapkan dan gunakan APD sesuai dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi dengan possible human error tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan nilai HEP 0,594 dan 0,103 upaya pengendalian nya yaitu sosialisasi standar pemakaian APD.Pada Proses Cutting Plat adalah stasiun kerja persiapan produksi terdapat pada task 1.2 memastikan mesin dalam keadaan bersih dan tidak dalam perbaikan (maintenance) dengan possible human error pekerja mengabaikan mesin dalam proses perbaikan dengan nilai HEP 0,962 upaya pengendalian dilakukan pemeriksaan berkala dan sediakan alat pemedam api ringan (APAR) di titik terjangkau.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas metode HEART dalam konteks industri lain, seperti manufaktur atau pertambangan, untuk membandingkan tingkat kesesuaian metode ini dengan kondisi kerja yang berbeda. Selain itu, penting untuk menggabungkan HEART dengan teknologi digital, seperti sistem pemantauan real-time atau AI, untuk mendeteksi potensi kesalahan manusia secara proaktif. Terakhir, penelitian bisa mengeksplorasi dampak pelatihan berbasis simulasi virtual terhadap pengurangan human error, terutama untuk tugas berisiko tinggi seperti operasi mesin berat.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s44196-023-00224-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s44196 023 00224 7
Read online
File size310.01 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test