NEOLECTURANEOLECTURA

JUDICIOUSJUDICIOUS

Era digital saat ini, perkembangan teknologi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses industri, salah satunya melalui pemanfaatan simulasi. PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin serta penyediaan komoditas bahan pokok pangan, produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan home industries. Dalam proses produksinya, perusahaan sering mengalami kendala dalam pengambilan keputusan terkait penambahan atau pengurangan jumlah produksi mesin pelet. Kendala tersebut disebabkan oleh belum diketahuinya tingkat utilisasi serta waktu proses mesin pada lintasan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem antrian pada lintasan produksi mesin pelet menggunakan simulasi ProModel, guna mengetahui apakah kapasitas produksi masih dapat ditingkatkan atau justru perlu dikurangi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh mesin pada lintasan produksi memiliki tingkat utilisasi di bawah 100%, sehingga masih berada dalam batas normal. Persentase utilisasi mesin potong sebesar 30,11%, mesin bor 28,03%, mesin bubut 10,03%, mesin las 26,60%, dan mesin cat 5,24%. Berdasarkan hasil tersebut, PT ABC masih memiliki peluang untuk meningkatkan jumlah produksi mesin pelet. Namun demikian, penambahan produksi harus tetap mempertimbangkan tingkat utilisasi mesin dan waktu proses agar kinerja sistem produksi tetap optimal.

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang diperoleh dengan simulasi Promodel, dapat diketahui bahwa persentase utilisasi mesin pada lintasan produksi masih dalam batas normal (di bawah 100%).Mesin potong memiliki persentase utilisasi sebesar 30,11%, mesin bor sebesar 28,03%, mesin bubut sebesar 10,03%, mesin las sebesar 26,60%, dan mesin cat 5,24%.Dari persentase utilisasi yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa PT.ABC dapat menambah jumlah produksi mesin pelet, namun tetap harus memperhatikan persentase utilisasi dan waktu proses lintasan produksi terhadap jumlah produksi yang ditambah.Dengan perhitungan yang tepat, efisiensi produksi akan tercapai dengan baik dan tidak akan menimbulkan permasalahan bagi perusahaan dalam kegiatan produksinya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: Pertama, menganalisis pengaruh perubahan laju produksi terhadap tingkat utilisasi mesin menggunakan model antrian lain seperti M/M/1 atau G/G/k untuk membandingkan efektivitas. Kedua, mengevaluasi pengaruh jadwal perawatan mesin terhadap kinerja lini produksi dengan mempertimbangkan faktor waktu dan sumber daya. Ketiga, mengembangkan simulasi yang mengintegrasikan data real-time untuk meningkatkan akurasi prediksi dan responsif terhadap perubahan kondisi produksi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang optimasi produksi dan meningkatkan keandalan sistem antrian dalam konteks industri yang dinamis.

  1. Analysis of Pellet Machine Manufacturing Queue Using Promodel Simulation at PT ABC | JUDICIOUS. analysis... doi.org/10.37010/jdc.v6i2.2164Analysis of Pellet Machine Manufacturing Queue Using Promodel Simulation at PT ABC JUDICIOUS analysis doi 10 37010 jdc v6i2 2164
Read online
File size830.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test