UNIMEDUNIMED

Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi PendidikanAltruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan

Prokrastinasi akademik adalah suatu keadaan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang memiliki peran ganda sebagai karyawan dan orang tua. Kompleksitas tuntutan dari aspek akademis, pekerjaan, dan keluarga sering kali berdampak pada kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas secara tepat waktu. Berdasarkan pada Temporal Motivation Theory (Steel, 2007), penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik yang melibatkan dua peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Peserta dipilih melalui metode purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif, yang kemudian dianalisis menggunakan model tematik dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama yang menyebabkan prokrastinasi, yaitu (1) rendahnya harapan terhadap keberhasilan akibat kelelahan, (2) berkurangnya nilai tugas akademik jika dibandingkan dengan tanggung jawab pekerjaan atau keluarga, serta; (3) pengertian tenggat waktu yang tidak ketat. Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa prokrastinasi akademik berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menghadapi konflik peran serta mempertahankan keseimbangan psikologis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa dengan peran ganda sebagai pekerja dan orang tua merupakan strategi adaptif untuk menjaga keseimbangan fisik, mental, dan emosional di tengah berbagai tuntutan.Fenomena ini dipicu oleh rendahnya harapan keberhasilan akibat kelelahan, persepsi bahwa tugas akademik kurang mendesak dibandingkan tanggung jawab non-akademik, serta pandangan fleksibel terhadap tenggat waktu.Oleh karena itu, disarankan agar universitas menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel dan menyediakan layanan dukungan yang relevan, serta mengakui prokrastinasi bukan hanya sebagai kegagalan regulasi diri, melainkan sebagai mekanisme penyesuaian terhadap tekanan peran yang kompleks.

Mengingat temuan studi ini yang menggali lebih dalam prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang memiliki peran ganda, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Pertama, karena penelitian ini berfokus pada dua kasus individu, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang melibatkan jumlah mahasiswa peran ganda yang lebih besar di berbagai universitas, baik negeri maupun swasta, di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memahami apakah pola prokrastinasi, faktor pemicunya, dan strategi adaptif yang mereka gunakan memiliki kesamaan atau justru keberagaman yang signifikan di antara populasi yang lebih luas. Penelitian semacam ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan membantu institusi pendidikan dalam merancang intervensi yang lebih relevan dan dapat diterapkan secara lebih luas. Kedua, studi ini mengemukakan bahwa prokrastinasi dapat berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menjaga keseimbangan. Penting untuk meneliti lebih lanjut jenis dukungan psikososial dan akademik yang paling efektif dalam membantu mahasiswa peran ganda mengelola tekanan dari berbagai tanggung jawab mereka. Misalnya, apakah pelatihan manajemen waktu yang difokuskan pada fleksibilitas, sesi konseling yang membahas regulasi emosi, atau program mentor sebaya dapat secara signifikan mengurangi prokrastinasi tanpa menambah beban mental mereka? Menemukan solusi praktis yang benar-benar membantu mereka menyeimbangkan peran akan sangat berharga. Ketiga, dengan adanya rekomendasi untuk kebijakan kampus yang lebih fleksibel, akan menarik untuk menguji secara empiris dampak langsung dari kebijakan tersebut. Misalnya, bagaimana penerapan sistem tenggat waktu yang lebih luwes atau format perkuliahan hibrida memengaruhi tingkat prokrastinasi, kualitas tugas, dan kesejahteraan mahasiswa peran ganda? Penelitian ini bisa membandingkan kelompok mahasiswa yang mendapatkan kebijakan baru dengan kelompok kontrol untuk melihat efektivitasnya, tidak hanya pada tugas akhir tetapi juga pada tugas-tugas mingguan atau persiapan ujian. Ini akan memberikan bukti konkret untuk mendukung perubahan kebijakan yang adaptif dan inklusif.

  1. Prokrastinasi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas: Bagaimana peran dukungan sosial dan efikasi... doi.org/10.69957/inner.v4i1.1489Prokrastinasi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas Bagaimana peran dukungan sosial dan efikasi doi 10 69957 inner v4i1 1489
  2. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Prokrastinasi Akademik: Studi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi... edu.pubmedia.id/index.php/jtp/article/view/169Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Prokrastinasi Akademik Studi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi edu pubmedia index php jtp article view 169
  3. "Academic Procrastination and Self-Control in Thesis Writing Students o" by Nela Regar Ursia,... scholarhub.ui.ac.id/hubsasia/vol17/iss1/1Academic Procrastination and Self Control in Thesis Writing Students o by Nela Regar Ursia scholarhub ui ac hubsasia vol17 iss1 1
Read online
File size501.67 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test