UNIMEDUNIMED

Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi PendidikanAltruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan keterlibatan siswa dalam pembelajaran pada siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 182 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Motivasi Berprestasi dan Skala Keterlibatan Siswa. Koefisien validitas untuk skala motivasi berprestasi berada pada rentang 0,310 hingga 0,750 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,933. Sementara itu, koefisien validitas pada skala keterlibatan siswa berada pada rentang 0,330 hingga 0,617 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,880. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,558; p < 0,01), yang berarti semakin tinggi motivasi berprestasi siswa, semakin tinggi pula keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Kontribusi efektif motivasi berprestasi terhadap keterlibatan siswa adalah sebesar 31%. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi internal memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi akademik siswa di sekolah kejuruan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan dan positif antara motivasi berprestasi dan student engagement pada siswa SMK di Padang.Nilai korelasi sebesar 0,558 menunjukkan kekuatan hubungan yang sedang, dengan kontribusi efektif sebesar 31,2%.Hasil ini mendukung pandangan bahwa motivasi internal siswa memainkan peran penting dalam mendorong keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran secara kognitif, emosional, dan perilaku.Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pendidik dan pengelola pendidikan vokasional.Untuk meningkatkan student engagement, sekolah perlu merancang strategi pembelajaran yang mendorong siswa menetapkan tujuan pribadi, memberi penguatan atas pencapaian, serta menciptakan suasana kelas yang mendukung otonomi dan regulasi diri.Guru juga diharapkan memberikan tantangan belajar yang realistis dan relevan agar siswa terdorong untuk berprestasi secara intrinsik.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif), memperluas populasi lintas wilayah atau jenis sekolah, serta mengembangkan model analisis yang melibatkan variabel mediasi atau moderasi, seperti regulasi diri atau dukungan sosial, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dinamika student engagement. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi student engagement, seperti hubungan sosial dengan guru, iklim kelas, dan self-efficacy. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang lebih efektif dapat dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s10212-025-00947-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s10212 025 00947 5
  2. 0. pdf obj endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs jfif 48g9... doi.org/10.29333/iji.2020.13416a0 pdf obj endobj font procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs jfif 48g9 doi 10 29333 iji 2020 13416a
Read online
File size430.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test