UNIVERSITASPUTRABANGSAUNIVERSITASPUTRABANGSA

Jurnal Ilmiah Akuntansi dan KeuanganJurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan arti penting kematian mahasiswa akuntansi terhadap ideologi etika melalui keyakinan etis. Sampel terdiri dari 288 mahasiswa jurusan akuntansi yang masih aktif di beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan struktural equation modelling (SEM) digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian pada efek mediasi dengan nilai (0,288;p<0,0001) menunjukkan harga diri melalui keyakinan etis sebagai mediasi berpengaruh secara signifikan terhadap ideologi etika dikalangan mahasiswa akuntansi dan (0,497;p<0,0001) menunjukkan arti penting kematian melalui keyakinan etis sebagai mediasi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap ideologi etika dikalangan mahasiswa akuntansi. Hasil penelitian pada struktural model secara langsung (0,229; p<0,001, 0,986; p<0,001) self-esteem dan mortality salience berpengaruh positif dan signifikan terhadap ideologi etika. Secara keseluruhan, hubungan antara self-esteem dan mortality salience terhadap etika ideologi melalui keyakinan etis menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut saling berhubungan dan dapat membentuk cara mahasiswa memahami dan menerapkan nilai-nilai etis.

Berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa keyakinan etis berfungsi sebagai mediator parsial dalam hubungan antara harga diri dan arti penting kematian terhadap ideologi etika.Semakin tinggi harga diri dan semakin tinggi kesadaran akan kematian seseorang, semakin baik individu tersebut dalam membuat keputusan berdasarkan prinsip-prinsip etika (ideologi etika).Penelitian ini menunjukkan peran keyakinan etis sebagai mediator, tetapi masih ada ruang untuk penjelajahan lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan ini, seperti faktor budaya, pengaruh sosial, atau pengalaman hidup.Penelitian lebih lanjut yang mempertimbangkan berbagai variabel moderasi dan konteks sosial yang lebih luas dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang proses pengambilan keputusan etika di kalangan mahasiswa dan profesional muda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor moderasi seperti budaya, pengaruh sosial, dan pengalaman hidup yang dapat mempengaruhi hubungan antara harga diri, kesadaran kematian, dan ideologi etika. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dan sosial untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang pengaruh faktor-faktor tersebut. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan program pendidikan yang mendukung peningkatan harga diri mahasiswa, seperti program pengembangan kepercayaan diri, kompetensi akademik, dan rasa berharga. Program-program ini dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat pengambilan keputusan etika di kalangan mahasiswa. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran kesadaran kematian dalam pengambilan keputusan etika, dan bagaimana kesadaran tersebut dapat menjadi penggerak motivasi untuk memperkuat nilai-nilai moral dan etika yang dapat membantu individu menghadapi kecemasan eksistensial. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengukur dampak intervensi atau program pendidikan yang bertujuan meningkatkan harga diri dan pemahaman moral mahasiswa, serta mengukur pengaruhnya terhadap kualitas pengambilan keputusan etika.

  1. Analysis of The Relationship between Self-Esteem and Mortality Salience on Ethical Ideology Through Ethical... jurnal.universitasputrabangsa.ac.id/index.php/jiak/article/view/965Analysis of The Relationship between Self Esteem and Mortality Salience on Ethical Ideology Through Ethical jurnal universitasputrabangsa ac index php jiak article view 965
Read online
File size481.18 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test