FOUNDAEFOUNDAE

Just a moment...Just a moment...

Kapasitas aerobik (VO2max) merupakan faktor penentu penting dalam performa basket karena olahraga ini menuntut aktivitas intensitas tinggi secara intermiten. Meskipun latihan sirkuit dan interval digunakan secara luas untuk meningkatkan kebugaran aerobik, bukti terbatas menunjukkan peran Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam memoderasi hasil latihan pada atlet basket remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek metode latihan (sirkuit vs interval) dan kategori IMT terhadap VO2max pada atlet basket remaja, serta interaksi antara kedua variabel tersebut. Desain eksperimen faktorial 2x2 digunakan dengan melibatkan 40 atlet basket berusia 15-18 tahun. Peserta dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan metode latihan (interval atau sirkuit) dan kategori IMT (rendah atau tinggi). VO2max dinilai menggunakan Tes Beep, sedangkan IMT dihitung dari pengukuran tinggi dan berat badan. Data dianalisis menggunakan Analisis Variance Dua Arah (ANOVA Dua Arah) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara latihan interval dan sirkuit dalam hasil VO2max (p = 0,362), yang menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan adaptasi aerobik yang serupa. Perbedaan signifikan diamati antara kategori IMT (p = 0,036), dengan atlet dalam kelompok IMT rendah menunjukkan nilai VO2max yang lebih tinggi daripada kelompok IMT tinggi. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara metode latihan dan kategori IMT (p = 0,685). Kedua metode latihan, interval dan sirkuit, efektif meningkatkan VO2max pada atlet basket remaja. Namun, IMT secara signifikan mempengaruhi tingkat peningkatan, menyarankan bahwa menjaga IMT optimal dapat mendukung adaptasi aerobik yang lebih baik dalam program pelatihan basket remaja.

Penelitian ini menyelidiki efek latihan interval dan sirkuit pada peningkatan VO2max pada atlet basket remaja, dengan mempertimbangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai faktor moderasi.Temuan menunjukkan bahwa kedua metode latihan efektif meningkatkan kapasitas aerobik, tanpa perbedaan signifikan antara interval dan sirkuit.Sebaliknya, IMT berpengaruh signifikan terhadap hasil VO2max, dengan atlet ber-IMT rendah menunjukkan peningkatan aerobik yang lebih baik.Tidak ditemukan interaksi signifikan antara metode latihan dan kategori IMT.Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas aerobik dipengaruhi tidak hanya oleh stimulasi latihan, tetapi juga oleh karakteristik fisiologis individu.Meskipun pelatih dapat memilih metode latihan berdasarkan tujuan pelatihan, rencana periodisasi, dan kesiapan atlet, menjaga komposisi tubuh yang optimal tampaknya sama pentingnya untuk memaksimalkan pengembangan aerobik.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu olahraga dengan menunjukkan bahwa komposisi tubuh merupakan faktor penentu penting dalam adaptasi VO2max pada atlet basket remaja.Oleh karena itu, program kondisioning aerobik untuk atlet muda harus menggabungkan intervensi pelatihan terstruktur dengan pemantauan antropometri dan manajemen nutrisi yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan performa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, penelitian dengan sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih lama dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana karakteristik antropometri mempengaruhi respons terhadap strategi pelatihan aerobik yang berbeda. Kedua, studi yang mengukur komposisi tubuh dengan lebih detail, seperti persentase lemak tubuh atau massa otot, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi peningkatan VO2max, seperti tingkat aktivitas fisik harian, asupan nutrisi, kualitas tidur, dan status hidrasi, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang determinan multifactorial peningkatan VO2max pada atlet basket remaja. Ketiga, penelitian yang menyelidiki hubungan antara komposisi tubuh dan adaptasi aerobik pada atlet basket remaja dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pentingnya komposisi tubuh dalam model performa atletik remaja. Dengan mempertimbangkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman kita tentang pengembangan aerobik pada atlet basket remaja dan membantu mengembangkan strategi pelatihan yang lebih efektif.

  1. nata. nata need enable javascript run app doi.org/10.4085/1062-6050-51.12.14nata nata need enable javascript run app doi 10 4085 1062 6050 51 12 14
Read online
File size425.04 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test