DJOURNALSDJOURNALS
JPM: Jurnal Pengabdian MasyarakatJPM: Jurnal Pengabdian MasyarakatPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Belajar Profesional (KBP) bagi guru-guru sekolah dasar di Kota Tangerang. Latar belakang kegiatan dilatarbelakangi oleh tantangan rendahnya budaya kolaborasi antar guru serta terbatasnya akses terhadap pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang efektif dan kontekstual, yang pada akhirnya berdampak pada proses pembelajaran. Mitra dalam kegiatan ini adalah para guru dari empat sekolah dasar negeri yang mewakili wilayah utara dan selatan Kota Tangerang. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan siklis, dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui survei dan FGD, dilanjutkan dengan pelatihan fasilitator internal untuk memastikan keberlanjutan. Tahap inti adalah pendampingan intensif selama pembentukan dan operasionalisasi KBP, yang difasilitasi dengan workshop pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Seluruh proses dimonitoring melalui evaluasi formatif dan diakhiri dengan evaluasi sumatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membentuk KBP yang aktif dan mandiri di seluruh sekolah mitra, ditandai dengan jadwal pertemuan rutin dan agenda kerja yang jelas. Capaian utama termasuk peningkatan yang signifikan dalam keterampilan kolaboratif, komunikasi, dan refleksi praktik mengajar among para guru, serta dihasilkannya delapan modul ajar inovatif berbasis masalah lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terciptanya budaya belajar kolektif, peningkatan berkelanjutan pada motivasi mengajar guru, dan transformasi praktik pembelajaran yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa. Disimpulkan bahwa pendekatan kolaboratif melalui KBP merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk memberdayakan guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.
Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuannya dalam membentuk dan mengoptimalkan fungsi Kelompok Belajar Profesional (KBP) sebagai wadah peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan.Keberhasilan utama program terletak pada terbentuknya struktur KBP yang efektif di empat sekolah mitra, ditandai dengan kepemimpinan kolaboratif antara kepala sekolah dan fasilitator guru, serta tingginya tingkat partisipasi anggota.Program ini juga berhasil mendorong peningkatan signifikan dalam kapasitas fasilitasi dan keterampilan reflektif guru, yang pada akhirnya menghasilkan produk intelektual berupa dua belas modul ajar inovatif yang berorientasi pada pembelajaran diferensiasi dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).Inovasi dalam pemanfaatan teknologi digital, khususnya WhatsApp dan Google Classroom, terbukti mampu memperluas ruang kolaborasi, mengatasi kendala jarak dan waktu, dan menciptakan ekosistem berbagi pengetahuan yang lebih dinamis.Dampak yang paling bermakna adalah terjadinya pergeseran budaya sekolah menuju lingkungan yang lebih kolaboratif, terbuka, dan berorientasi pada pembelajaran, serta meningkatnya motivasi intrinsik dan rasa percaya diri (self-efficacy) guru dalam mencoba strategi pembelajaran baru.Namun, di balik berbagai keberhasilan tersebut, program ini juga menghadapi sejumlah hambatan struktural dan kultural yang menjadi tantangan bagi keberlanjutannya.Hambatan yang paling dominan adalah tingginya beban administratif guru yang bersifat non-instructional, yang kerap menggerogoti waktu dan energi yang seharusnya dapat dialokasikan untuk aktivitas kolaboratif dalam KBP.Kendala lain adalah masih adanya kesenjangan digital (digital divide) di antara guru, yang menyebabkan tidak semua anggota dapat terlibat secara optimal dalam pemanfaatan alat kolaborasi digital.Selain itu, meskipun telah terjadi peningkatan, kebutuhan akan waktu persiapan yang lebih lama untuk merancang pembelajaran inovatif tetap menjadi tantangan praktis yang dihadapi guru dalam implementasi hasil KBP.Hambatan-hambatan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan KBP tidak dapat hanya bergantung pada motivasi individu guru, melainkan memerlukan dukungan sistemik yang lebih luas.Oleh karena itu, untuk memastikan keberlanjutan dan skalabilitas program, diperlukan intervensi kebijakan di tingkat sekolah dan daerah yang secara khusus melindungi waktu kolaborasi guru, mereview beban administratif, menyediakan infrastruktur teknologi dan pendampingan yang memadai, serta mengintegrasikan kegiatan KBP ke dalam sistem pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang lebih terstruktur.Ke depan, kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, pemerintah daerah, dan LPTK perlu dibangun untuk menciptakan ekosistem pendukung yang memungkinkan KBP tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi engine inovasi pembelajaran yang sesungguhnya.
Berdasarkan analisis situasi dan hasil yang dicapai, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi sustainability atau keberlanjutan KBP dalam konteks sistem pendidikan Indonesia yang spesifik, termasuk peran kepemimpinan daerah dan kebijakan pendidikan nasional dalam mendukung atau menghambat prakarsa kolegial seperti ini. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti studi kasus atau penelitian tindakan, untuk memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh KBP dalam jangka panjang.. . 2. Meneliti dampak jangka panjang dari implementasi KBP terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dapat menggunakan desain penelitian quasi-eksperimental atau studi longitudinal untuk mengukur dampak KBP pada prestasi akademik siswa, keterampilan abad ke-21, dan aspek-aspek lainnya yang relevan dengan pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas KBP dalam meningkatkan kualitas pendidikan.. . 3. Menganalisis peran teknologi dalam mendukung kolaborasi dan pengembangan profesional guru dalam KBP. Penelitian ini dapat berfokus pada pemanfaatan teknologi digital, seperti platform kolaborasi dan media sosial, untuk memfasilitasi komunikasi, berbagi sumber belajar, dan pengembangan modul ajar inovatif. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan mixed-methods untuk mengukur dampak teknologi pada kolaborasi guru, kualitas modul ajar, dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi praktis tentang penggunaan teknologi yang efektif dalam KBP.
| File size | 1.44 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
RAHARJARAHARJA Dengan hadirnya aplikasi pemesanan terkait jasa AC ini memudahkan penyedia jasa dalam mengelola data pelanggan yang ada dan juga meminimalkan terjadinyaDengan hadirnya aplikasi pemesanan terkait jasa AC ini memudahkan penyedia jasa dalam mengelola data pelanggan yang ada dan juga meminimalkan terjadinya
UBHINUSUBHINUS Dengan fokus pada metodologi pengajaran praktis melalui pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus dunia nyata, paper ini menyoroti keberhasilan kegiatanDengan fokus pada metodologi pengajaran praktis melalui pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus dunia nyata, paper ini menyoroti keberhasilan kegiatan
PUSMEDIAPUSMEDIA Studi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi SECI dengan prinsip-prinsip Organisasi Pembelajaran dan sistem penjaminan mutu internal berbasis PPEPPStudi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa integrasi SECI dengan prinsip-prinsip Organisasi Pembelajaran dan sistem penjaminan mutu internal berbasis PPEPP
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM modul atau buku referensi. Output dari pengabdian menghasilkan karya berupa buku setiap semester dan buku tersebut akan dijadikan bahan perkuliahan danmodul atau buku referensi. Output dari pengabdian menghasilkan karya berupa buku setiap semester dan buku tersebut akan dijadikan bahan perkuliahan dan
PUSMEDIAPUSMEDIA Untuk menjembatani kesenjangan teori-praktik ini, direkomendasikan agar Komisi Pelayanan Guru, bekerja sama dengan kepala sekolah, melembagakan pelatihanUntuk menjembatani kesenjangan teori-praktik ini, direkomendasikan agar Komisi Pelayanan Guru, bekerja sama dengan kepala sekolah, melembagakan pelatihan
INSTITUTHIDAYATULLAHBATAMINSTITUTHIDAYATULLAHBATAM Edukasi ini juga sukses melatih peserta dalam mengelola keuangan dan membuat perencanaan sederhana sehari-hari, mendorong mereka untuk menerapkan pengetahuanEdukasi ini juga sukses melatih peserta dalam mengelola keuangan dan membuat perencanaan sederhana sehari-hari, mendorong mereka untuk menerapkan pengetahuan
BSIBSI Peningkatan mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperanPeningkatan mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperan
AINARAPRESSAINARAPRESS Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja dilakukan dengan beberapa peran guru yaituHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja dilakukan dengan beberapa peran guru yaitu
Useful /
BSIBSI Yayasan Alqi Ceria Kota Bogor membantu anak-anak asuh dari berbagai latar belakang budaya, sosial, dan ekonomi. Anak-anak binaan menunjukkan minat danYayasan Alqi Ceria Kota Bogor membantu anak-anak asuh dari berbagai latar belakang budaya, sosial, dan ekonomi. Anak-anak binaan menunjukkan minat dan
BSIBSI Program bertujuan mengatasi manajemen operasional yang masih manual, keterbatasan inovasi produk, pemasaran yang belum optimal, serta pengelolaan sampahProgram bertujuan mengatasi manajemen operasional yang masih manual, keterbatasan inovasi produk, pemasaran yang belum optimal, serta pengelolaan sampah
RAHARJARAHARJA Pada kontras rendah urutannya adalah metode LoG, Canny, Sobel, Prewitt, dan Roberts. Waktu penyelesaian proses dari yang paling lama urutannya cenderungPada kontras rendah urutannya adalah metode LoG, Canny, Sobel, Prewitt, dan Roberts. Waktu penyelesaian proses dari yang paling lama urutannya cenderung
UNYUNY Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) manajemen sumber daya manusia yaitu guru dan tenaga administrasi sekolah; (2) kendala yang dialami dalamPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) manajemen sumber daya manusia yaitu guru dan tenaga administrasi sekolah; (2) kendala yang dialami dalam