PUSMEDIAPUSMEDIA
Journal of Education and Teacher Training InnovationJournal of Education and Teacher Training InnovationPenelitian ini menginvestigasi implementasi Kode Etik Guru di sekolah dasar negeri di Distrik Mkuranga, Tanzania, dengan menyoroti kesenjangan krusial antara kebijakan dan praktik. Meskipun terdapat kerangka kerja nasional yang kuat dan tingkat kesadaran guru yang tinggi, pelanggaran profesional masih terjadi akibat mekanisme penegakan yang lemah. Dengan menggunakan desain metode campuran sekuensial, penelitian ini mengumpulkan data kualitatif melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus dengan pendidik dan orang tua, yang kemudian menjadi dasar survei kuantitatif terhadap guru. Temuan menunjukkan komitmen teoritis yang kuat terhadap etika profesional di kalangan guru (87,5% setuju), namun bukti kualitatif mengungkap aplikasi yang tidak konsisten, sering kali disebabkan oleh kurangnya pelatihan berkelanjutan, bimbingan (mentorship), dan saluran pelaporan yang aman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran saja tidak cukup tanpa penguatan terstruktur. Berlandaskan Teori Pembelajaran Sosial, penelitian ini merekomendasikan pelembagaan pelatihan penyegaran wajib, bimbingan berbasis kasus, dan pengintegrasian kepatuhan kode etik ke dalam penilaian kinerja untuk menumbuhkan budaya di mana standar etika secara konsisten dimodelkan, diperkuat, dan diinternalisasikan.
Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa meskipun guru di Distrik Mkuranga memiliki kesadaran dan komitmen pribadi yang kuat terhadap Kode Etik Guru, pengetahuan ini sering kali gagal diterjemahkan ke dalam praktik profesional yang konsisten karena kurangnya penguatan berkelanjutan, panduan kontekstual, dan mekanisme akuntabilitas yang kuat.Untuk menjembatani kesenjangan teori-praktik ini, direkomendasikan agar Komisi Pelayanan Guru, bekerja sama dengan kepala sekolah, melembagakan pelatihan penyegaran wajib secara teratur dan program bimbingan berbasis kasus guna membantu guru menghadapi dilema etika yang kompleks.Selain itu, implementasi kebijakan perlu diperkuat melalui pemantauan sistematis, saluran pelaporan pelanggaran yang aman, dan pengintegrasian kepatuhan Kode Etik ke dalam sistem penilaian kinerja, demi menumbuhkan budaya etika profesional yang berkelanjutan serta meningkatkan profesionalisme dan integritas tenaga pengajar secara keseluruhan.
Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana Kode Etik Guru benar-benar berfungsi di lapangan. Pertama, akan sangat menarik untuk meneliti secara spesifik bagaimana partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dapat secara langsung memengaruhi kepatuhan guru terhadap kode etik dan mekanisme penegakannya di sekolah. Misalnya, studi dapat menganalisis apakah ada hubungan antara tingkat keterlibatan orang tua dalam komite sekolah dengan jumlah pelanggaran etika yang dilaporkan, atau bagaimana harapan komunitas lokal membentuk interpretasi guru terhadap etika profesional. Kedua, meskipun pelatihan penyegaran direkomendasikan, penting untuk memahami jenis program pengembangan profesional yang paling efektif dalam menerjemahkan prinsip-prinsip etika ke dalam tindakan nyata. Penelitian bisa mengeksplorasi efektivitas metode seperti simulasi dilema etika, studi kasus, atau program bimbingan sebaya (peer coaching) dalam meningkatkan konsistensi penerapan kode etik di berbagai situasi kelas yang kompleks, alih-alih hanya pelatihan teoretis. Terakhir, karena penelitian ini menunjukkan bahwa ketakutan melaporkan pelanggaran dan norma sosial informal dapat menghambat penegakan kode etik, studi selanjutnya bisa menyelidiki peran dinamika kekuatan dan jaringan sosial informal di antara para guru dalam memengaruhi keputusan mereka untuk melaporkan atau mengabaikan pelanggaran. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor psikososial yang lebih dalam yang menghambat akuntabilitas, sehingga rekomendasi untuk saluran pelaporan yang aman bisa dirancang lebih tepat sasaran, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih transparan dan mendukung integritas profesional guru.
| File size | 211.04 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSMEDIAPUSMEDIA Studi ini menekankan kebutuhan investasi terarah dalam infrastruktur TIK, pengembangan profesional berkelanjutan bagi instruktur, dan mekanisme dukunganStudi ini menekankan kebutuhan investasi terarah dalam infrastruktur TIK, pengembangan profesional berkelanjutan bagi instruktur, dan mekanisme dukungan
PUSMEDIAPUSMEDIA Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media pembelajaran Quizizz terhadap hasil belajar Fiqh siswa di MTsS Madinatun Najah Rengat. Studi dilakukanStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh media pembelajaran Quizizz terhadap hasil belajar Fiqh siswa di MTsS Madinatun Najah Rengat. Studi dilakukan
PUSMEDIAPUSMEDIA Model ini berkontribusi pada peningkatan kualitas PAI dengan mendorong desain pembelajaran yang adaptif, berpusat pada siswa, dan berorientasi nilai, sertaModel ini berkontribusi pada peningkatan kualitas PAI dengan mendorong desain pembelajaran yang adaptif, berpusat pada siswa, dan berorientasi nilai, serta
PUSMEDIAPUSMEDIA Penerapan digitalisasi dan penggunaan media sosial oleh siswa di SMPIT Insan Rabbani Bekasi telah menunjukkan perkembangan keterampilan digital yang positif.Penerapan digitalisasi dan penggunaan media sosial oleh siswa di SMPIT Insan Rabbani Bekasi telah menunjukkan perkembangan keterampilan digital yang positif.
PUSMEDIAPUSMEDIA Lokasi penelitian dilakukan di SMK N 2 Kuningan. Subjek utama dalam penelitian ini terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru BK. Teknik analisisLokasi penelitian dilakukan di SMK N 2 Kuningan. Subjek utama dalam penelitian ini terdiri dari pengawas, kepala sekolah, dan guru BK. Teknik analisis
BSIBSI Di sisi lain, sebagian guru juga belum aktif mengikuti pelatihan daring maupun workshop digital yang sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan pedagogikDi sisi lain, sebagian guru juga belum aktif mengikuti pelatihan daring maupun workshop digital yang sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan pedagogik
PUSMEDIAPUSMEDIA Studi ini membahas kebutuhan krusial untuk meningkatkan keterampilan pengembangan pola di kalangan mahasiswa tata busana dan tekstil di institusi pendidikanStudi ini membahas kebutuhan krusial untuk meningkatkan keterampilan pengembangan pola di kalangan mahasiswa tata busana dan tekstil di institusi pendidikan
AINARAPRESSAINARAPRESS Penelitian ini berfokus pada Analisis Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja. Bertujuan untuk Menganalisis Peran Guru dalamPenelitian ini berfokus pada Analisis Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja. Bertujuan untuk Menganalisis Peran Guru dalam
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Dengan demikian, edukasi PHBS melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih danDengan demikian, edukasi PHBS melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan
UNHASUNHAS Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Sebanyak 45,5% remaja putriTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Sebanyak 45,5% remaja putri
BSIBSI Pengguna hanya perlu mengikuti satu link untuk mengakses semua kontak, platform media sosial, dan platform penjualan, menjadikan pemasaran lebih efisien.Pengguna hanya perlu mengikuti satu link untuk mengakses semua kontak, platform media sosial, dan platform penjualan, menjadikan pemasaran lebih efisien.
BSIBSI Pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapanPengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan