BSIBSI

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan bersama BUMDes Jaya Mandiri di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Program bertujuan mengatasi manajemen operasional yang masih manual, keterbatasan inovasi produk, pemasaran yang belum optimal, serta pengelolaan sampah yang belum bernilai ekonomi. Solusi difokuskan pada penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis web yang terintegrasi dengan PAMSIMAS, pelatihan kewirausahaan kreatif pengolahan limbah, dan pelatihan pemasaran digital untuk unit usaha katering serta persewaan gedung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada tiga jenis pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pelatihan pengelolaan sampah dari 84,7 % menjadi 86,4 %, serta capaian kategori Sangat Baik yang tetap terjaga pada pelatihan SIM BUMDes dan pemasaran digital dengan rerata nilai di atas 82 %. Penerapan SIM BUMDes terintegrasi PAMSIMAS juga meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi dan transparansi pelaporan keuangan, sementara pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital memperkuat kesiapan pengelola dalam mengembangkan usaha berbasis limbah serta memperluas jangkauan pasar secara daring. Luaran utama program berupa peningkatan kapasitas pengelola dalam mengoperasikan aplikasi SIM, penerapan praktik pengelolaan sampah produktif, dan pemanfaatan strategi pemasaran digital yang berpotensi direplikasi di BUMDes lain.

Program PKM ini efektif dalam meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes Jaya Mandiri melalui integrasi aplikasi SIM, pelatihan kewirausahaan kreatif, dan pemasaran digital.Evaluasi pre‑test dan post‑test memantau peningkatan signifikan pada semua bidang pelatihan.Untuk keberlanjutan, dibutuhkan pendampingan lanjutan khusus pada optimalisasi SIM, pembentukan tim digital marketing, dan pengembangan aplikasi mobile yang dapat terintegrasi dengan marketplace desa.Program ini dapat direplikasi ke desa lain dengan karakteristik usaha serupa.

Bagaimana integrasi aplikasi SIM berbasis web dengan platform marketplace desa dapat meningkatkan daya saing produk BUMDes? Bagaimana pendekatan pelatihan kewirausahaan kreatif yang melibatkan kerjasama antar BUMDes dapat memperkuat jaringan pemasaran dan diversifikasi produk? Bagaimana strategi pemasaran digital berkelanjutan, termasuk penggunaan media sosial dan analitik data, dapat diadopsi oleh pengelola BUMDes dengan sumber daya terbatas?.

  1. http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/manajemen/. peran bumdes membangun kemandirian studi mugirahayu... ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/manajemen/article/view/1335ejournal uika bogor ac index php manajemen peran bumdes membangun kemandirian studi mugirahayu ejournal uika bogor ac index php manajemen article view 1335
  2. Peran BUMDes dalam Pengelolaan Sampah dengan Insinerator dan Komposter di Desa Sumbergondo, Kota Batu... journals.ecotas.org/index.php/ems/en/article/view/28Peran BUMDes dalam Pengelolaan Sampah dengan Insinerator dan Komposter di Desa Sumbergondo Kota Batu journals ecotas index php ems en article view 28
  3. The Effectiveness of the Role of Village-Owned Enterprises (Bumdes) as an Instrument for Improving Community... doi.org/10.1088/1755-1315/1475/1/012019The Effectiveness of the Role of Village Owned Enterprises Bumdes as an Instrument for Improving Community doi 10 1088 1755 1315 1475 1 012019
  4. Sistem Informasi Administrasi BUMDes Berbasis Web di Kantor Kecamatan Mejobo Kudus | Community : Jurnal... doi.org/10.51903/zmq8dx87Sistem Informasi Administrasi BUMDes Berbasis Web di Kantor Kecamatan Mejobo Kudus Community Jurnal doi 10 51903 zmq8dx87
Read online
File size698.11 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test