ITSCIENCEITSCIENCE

Health Community ServiceHealth Community Service

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling banyak dialami oleh lanjut usia (lansia) dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai pengelolaan hipertensi serta ketergantungan pada terapi farmakologis menjadi permasalahan yang ditemukan di Dusun III Desa Medan Estate. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang hipertensi serta memperkenalkan teknik Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung PMR dengan pendekatan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 10 orang lansia penderita hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hipertensi, pola makan rendah garam, dan pentingnya kepatuhan minum obat. Selain itu, terjadi penurunan rerata tekanan darah dari 155/93,5 mmHg sebelum intervensi menjadi 145,5/88 mmHg setelah pelaksanaan PMR. Rerata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 9,5 mmHg dan diastolik sebesar 5,5 mmHg. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dikombinasikan dengan latihan relaksasi otot progresif efektif meningkatkan pengetahuan lansia serta membantu menurunkan tekanan darah sebagai terapi pendamping yang aman, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri.

Kegiatan penyuluhan kesehatan berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan lansia secara signifikan mengenai manajemen hipertensi, khususnya terkait pembatasan asupan natrium (diet rendah garam) serta pentingnya kepatuhan minum obat secara teratur untuk mencegah komplikasi fatal.Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation) yang dilakukan selama 15–20 menit terbukti efektif secara klinis sebagai terapi non-farmakologis pendamping dalam menurunkan tekanan darah lansia.Berdasarkan hasil evaluasi fisik (pre-test dan post-test), terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik sebesar 9,5 mmHg (dari rata-rata awal 153 mmHg menjadi 143,5 mmHg) dan penurunan rerata tekanan darah diastolik sebesar 5,5 mmHg (dari rata-rata awal 93,5 mmHg menjadi 88 mmHg).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas jangka panjang teknik relaksasi otot progresif pada kelompok lansia dengan berbagai tingkat keparahan hipertensi. Kedua, penelitian perlu dilakukan untuk mengkaji potensi kombinasi metode non-farmakologis lainnya, seperti terapi musik atau meditasi, dalam meningkatkan efek relaksasi dan pengendalian tekanan darah. Ketiga, perlu dikembangkan program edukasi berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan kultural dan lingkungan masyarakat pedesaan untuk memastikan keberlanjutan penerapan pengetahuan tentang pengelolaan hipertensi. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas wawasan tentang alternatif terapi non-farmakologis dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi lansia.

Read online
File size252.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test