STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU
FIDEIFIDEIArtikel ini dilatarbelakangi oleh fenomena bunuh diri di kalangan remaja yang sedang marak dan menjadi bahan perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Fenomena bunuh diri ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk menjadi bagian tanggung jawab gereja dalam melihat faktor-faktor penyebab bunuh diri dan cara menanggulanginya dengan melakukan pendekatan intervensi krisis yang merupakan bagian dari konseling krisis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau library research yaitu dengan mengkaji data-data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan pokok yang dibahas termasuk data-data penelitian yang sudah ada sebelum penelitian ini. Teori intervensi krisis yang digunakan adalah teori intervensi krisis yang dikembangkan oleh H. Norman Wright. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi krisis dapat menolong konseli lepas dari krisis yang dialaminya. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan menerapkan delapan langkah intervensi krisis maka konseli dapat menerima kehidupannya dan menumbuhkan kembali kepercayaan dirinya serta memampukan pertumbuhan rohani memenuhi kepenuhan arti perhatian utama dari kehidupan yang dijalankan dalam hubungan dengan Allah, bahwa Allah selalu menjanjikan kasih setia-Nya ketika mengalami tragedi.
Bunuh diri merupakan fenomena sosial yang memerlukan upaya mitigasi serius di berbagai lapisan masyarakat.Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi krisis, khususnya dengan delapan langkah yang dikembangkan oleh H.Norman Wright, efektif sebagai pendekatan pastoral untuk mencegah perilaku bunuh diri pada remaja.Gereja diharapkan berperan aktif melalui pembentukan kelompok bimbingan, pelatihan konselor sebaya, dan revitalisasi fungsi pastori untuk deteksi dini dan penanganan kasus bunuh diri di kalangan remaja.
Mengingat pentingnya intervensi krisis dalam mitigasi perilaku bunuh diri pada remaja, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengujian efektivitas model delapan langkah intervensi krisis H. Norman Wright secara empiris. Sebuah studi dapat dirancang untuk mengaplikasikan langsung langkah-langkah ini dalam setting pastoral di gereja atau kelompok bimbingan remaja, untuk mengukur sejauh mana pendekatan ini mampu mengurangi ide atau percobaan bunuh diri, serta meningkatkan kepercayaan diri dan pertumbuhan rohani remaja secara nyata. Ini bisa melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen, serta penggunaan instrumen pengukuran yang valid untuk mengevaluasi perubahan psikologis dan spiritual para partisipan. Selain itu, penting juga untuk meneliti faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam implementasi intervensi krisis di lapangan, khususnya di tengah keterbatasan sumber daya atau stigma sosial yang mungkin ada. Penelitian dapat mengidentifikasi hambatan praktis yang dihadapi oleh pendeta atau konselor sebaya, lalu mengembangkan strategi inovatif untuk mengatasinya, misalnya dengan mengintegrasikan dukungan dari orang tua atau pihak sekolah sebagai bagian dari sistem pendukung yang lebih luas. Terakhir, untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang melacak kesejahteraan mental remaja setelah menerima intervensi krisis. Hal ini akan membantu memahami apakah intervensi ini memiliki efek jangka panjang dalam mencegah kekambuhan perilaku bunuh diri. Selain itu, penelitian dapat mencari model dukungan pasca-intervensi yang paling efektif, seperti program mentoring berkelanjutan atau pengembangan komunitas yang resilien, guna menanamkan resiliensi spiritual yang kokoh dan memastikan remaja terus merasa terhubung serta didukung dalam perjalanan hidup mereka.
| File size | 235.14 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL Sebagian besar remaja menggunakan mekanisme koping adaptif, namun tetap mengalami tingkat stress sedang, menunjukkan bahwa strategi koping tersebut tidakSebagian besar remaja menggunakan mekanisme koping adaptif, namun tetap mengalami tingkat stress sedang, menunjukkan bahwa strategi koping tersebut tidak
URINDOURINDO Target pencegahan dan edukasi talasemia paling baik untuk remaja dengan memberikan pemahaman penyakit talasemia dan mendorong untuk berhati-hati dalamTarget pencegahan dan edukasi talasemia paling baik untuk remaja dengan memberikan pemahaman penyakit talasemia dan mendorong untuk berhati-hati dalam
URINDOURINDO Pemodelan akhir bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi, p value 0,002, OR 6,88; 95%CI (1,987 – 23,826) dengan variabelPemodelan akhir bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi, p value 0,002, OR 6,88; 95%CI (1,987 – 23,826) dengan variabel
URINDOURINDO Pendidikan kesehatan menggunakan media digital, seperti video, dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus dalam melakukan perawatanPendidikan kesehatan menggunakan media digital, seperti video, dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus dalam melakukan perawatan
URINDOURINDO Gejala yang dialami remaja seperti stress, cemas hingga marah yang tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Literatur Review.Gejala yang dialami remaja seperti stress, cemas hingga marah yang tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Literatur Review.
URINDOURINDO Variabel pengalaman 2,549 kali dan variabel minat 3,343 kali lebih besar pada orang tua yang berpengetahuan dibandingkan dengan orang tua yang tidak mempunyaiVariabel pengalaman 2,549 kali dan variabel minat 3,343 kali lebih besar pada orang tua yang berpengetahuan dibandingkan dengan orang tua yang tidak mempunyai
URINDOURINDO Berdasarkan data tahunan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Desa Cipicung memiliki kasus stunting yang cukup tinggi dan pada 2 tahun terakhir mengalamiBerdasarkan data tahunan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Desa Cipicung memiliki kasus stunting yang cukup tinggi dan pada 2 tahun terakhir mengalami
URINDOURINDO Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, semua bidan mendukung kegiatan pemberian ASI termasuk diskusi sejak kehamilan, semua bidan membantu upaya iniasi menyusuHasil: Hasil penelitian menunjukkan, semua bidan mendukung kegiatan pemberian ASI termasuk diskusi sejak kehamilan, semua bidan membantu upaya iniasi menyusu
Useful /
UNDAUNDA Sebagai contoh, saya dapat membuat rencana penempatan barang dengan meletakkan mie di dekat telur dan beras, serta snack dan minuman di dekatnya. SelainSebagai contoh, saya dapat membuat rencana penempatan barang dengan meletakkan mie di dekat telur dan beras, serta snack dan minuman di dekatnya. Selain
STAIBSLLGSTAIBSLLG (11) berselancar di media sosial dan internet (12) sebagai akibat dari ketergantungan tinggi terhadap internet dan media sosial, mereka menjadi individu(11) berselancar di media sosial dan internet (12) sebagai akibat dari ketergantungan tinggi terhadap internet dan media sosial, mereka menjadi individu
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL Didapatkan hasil dengan tingkat signifikan 95% atau nilai α 5% (0,05) diperoleh p value (0,00) < nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan dari hasilDidapatkan hasil dengan tingkat signifikan 95% atau nilai α 5% (0,05) diperoleh p value (0,00) < nilai α (0,05) sehingga dapat disimpulkan dari hasil
STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU Setelah memahami sejarah trauma politik, artikel ini memakai analisis struktural pendekatan kualitatif dengan mengelola kajian literatur dan menyajikanSetelah memahami sejarah trauma politik, artikel ini memakai analisis struktural pendekatan kualitatif dengan mengelola kajian literatur dan menyajikan