URINDOURINDO
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Kasus hipertensi di wilayah Kerja Puskesmas Ciperna tahun 2022 sebanyak 2.217 kasus dan hanya 164 kasus (14,56%) yang melakukan pengobatan secara rutin di puskesmas maupun di jaringan puskesmas seperti pustu, polindes, pusling, dan poskesdes dikarenakan kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa penyakit hipertensi bukanlah penyakit yang berbahaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui . Disain penelitian ini adalah case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciperna pada tahun 2022 yaitu 2.217 orang dan sampel sebanyak 130 responden dengan perbandingan 65 kasus dan 65 kontrol. Pemilihan sampel kasus secara random dan kontrol secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat uji statistik chi-square dan multivariat uji regresi logistik. Hasil penelitian dari 13 var independent (dukungan keluarga, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, kormobid, lama menderita hipertensi, efek samping, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan, riwayat pengobatan, dan dukungan petugas kesehatan) terdapat 3 variabel yang berhubungan yaitu dukungan keluarga p value= 0,017, OR= 3,91; 95% CI (1,340 – 11,455), lama menderita hipertensi (p value= 0,013, OR= 2,62; 95% CI (1,281 – 5,381), dan pengetahuan (p value= 0,014, OR= 2,57; 95% CI (1,266 – 5,219) terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi. Pemodelan akhir bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi, p value 0,002, OR 6,88; 95%CI (1,987 – 23,826) dengan variabel konfonding adalah komorbid, lama menderita hipertensi, dan pengetahuan. Diharapkan keluarga memberikan dukungan terhadap keluarganya yang menderita hipertensi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan signifikan terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi.Responden dengan dukungan keluarga yang baik memiliki risiko 6,8 kali lebih tinggi untuk patuh berobat dibandingkan yang kurang dukungan, setelah dikontrol oleh komorbiditas, lama menderita hipertensi, dan pengetahuan.Sekitar 10% ketidakpatuhan pengobatan dalam populasi dapat dicegah jika dukungan keluarga yang kurang dihilangkan.
Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi. Pertama, mengingat signifikansi dukungan keluarga, studi masa depan perlu menyelidiki efektivitas program intervensi yang dirancang khusus untuk seluruh anggota keluarga, misalnya dengan berfokus pada pertanyaan: Bagaimana desain program edukasi berbasis keluarga yang komprehensif, yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan pasien tetapi juga membekali keluarga dengan keterampilan praktis dalam mendukung pengobatan dan gaya hidup sehat, dapat secara signifikan meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi usia produktif dalam jangka panjang? Ini akan melengkapi saran praktis yang sudah ada dengan basis bukti ilmiah yang lebih kuat. Kedua, untuk memperluas generalisasi temuan dan memahami nuansa kepatuhan, penting untuk melakukan studi komparatif; sebagai contoh, penelitian dapat diajukan dengan pertanyaan: Apakah terdapat perbedaan dinamika dukungan keluarga dan faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi antara kelompok usia produktif dan lansia, atau di antara wilayah dengan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda, dan bagaimana perbedaan ini memengaruhi efektivitas intervensi kesehatan? Terakhir, mengingat bahwa peran petugas kesehatan dalam penelitian ini tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan, sebuah studi kualitatif atau mixed-method bisa sangat berharga untuk menjawab pertanyaan: Melalui perspektif pasien dan petugas kesehatan, faktor-faktor apa yang menyebabkan peran petugas kesehatan kurang signifikan dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi di Puskesmas Ciperna, dan strategi komunikasi serta dukungan seperti apa yang paling efektif dan dapat diterapkan untuk meningkatkan dampaknya di masa mendatang? Pendekatan ini akan memberikan wawasan mendalam tentang hambatan dan peluang dalam praktik pelayanan kesehatan.
| File size | 789.1 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Kondisi ini mendorong siswa untuk terus terhubung dan memelihara aktivitas sosial secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi psikologisKondisi ini mendorong siswa untuk terus terhubung dan memelihara aktivitas sosial secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi psikologis
STIM LPISTIM LPI Peningkatan ini tercermin melalui berbagai aspek utama, antara lain kecepatan pelayanan, kemudahan akses, sikap petugas yang semakin ramah, serta sistemPeningkatan ini tercermin melalui berbagai aspek utama, antara lain kecepatan pelayanan, kemudahan akses, sikap petugas yang semakin ramah, serta sistem
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahuSampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahu
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Kesimpulan yang didapatkan ICBT merupakan intervensi psikososial inovatif yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara.Kesimpulan yang didapatkan ICBT merupakan intervensi psikososial inovatif yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara.
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Teknik sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik accidental sampling.Teknik sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik accidental sampling.
URINDOURINDO Penelitian ini mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium (SILAB) menggunakan metode prototyping.metode prototyping mempercepat proses pengembanganPenelitian ini mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Laboratorium (SILAB) menggunakan metode prototyping.metode prototyping mempercepat proses pengembangan
UNISMUHUNISMUH Berdasarkan analisis, guru hendaknya memperhatikan tiga komponen modul pengajaran: komponen informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Informasi umumBerdasarkan analisis, guru hendaknya memperhatikan tiga komponen modul pengajaran: komponen informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Informasi umum
MAHARDIKAMAHARDIKA Intervensi ini dilakukan 1 kali dalam sehari selama tiga hari perawatan dan satu hari evaluasi. Hasilnya, kedua responden mengalami penurunan kecemasanIntervensi ini dilakukan 1 kali dalam sehari selama tiga hari perawatan dan satu hari evaluasi. Hasilnya, kedua responden mengalami penurunan kecemasan
Useful /
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Kolaborasi penelitian masih terpusat pada sejumlah penulis dan institusi tertentu, dengan Indonesia sebagai aktor utama dalam kolaborasi internasional.Kolaborasi penelitian masih terpusat pada sejumlah penulis dan institusi tertentu, dengan Indonesia sebagai aktor utama dalam kolaborasi internasional.
STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA Penelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan pretest-posttest control group pada 60 responden (30 intervensi, 30 kontrol) yang dipilihPenelitian ini menggunakan desain true experiment dengan rancangan pretest-posttest control group pada 60 responden (30 intervensi, 30 kontrol) yang dipilih
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Digitalisasi manajemen pendidikan berkembang pesat dengan fokus utama pada integrasi teknologi informasi dalam administrasi sekolah dan pembelajaran digital.Digitalisasi manajemen pendidikan berkembang pesat dengan fokus utama pada integrasi teknologi informasi dalam administrasi sekolah dan pembelajaran digital.
MAHARDIKAMAHARDIKA Perawat sebagai penyedia perawatan memiliki peran penting dalam mengelola pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkanPerawat sebagai penyedia perawatan memiliki peran penting dalam mengelola pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan