URINDOURINDO

Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)

Coronavirus yang muncul di akhir tahun 2019 di Wuhan, China merupakan suatu wabah yang melanda di seluruh dunia. Dampak adanya wabah ini membuat banyak hambatan untuk melakukan interaksi sosial, sehingga upaya untuk tetap melakukan aktivitas dengan menjaga protokol kesehatan yaitu dengan melakukan kegiatan aktivitas secara online. Kegiatan sekolah formal pun dilakukan secara daring, dengan diberlakukannya pembelajaran daring membuat remaja sekolah kurangnya berinteraksi sosial. Kontribusi sosial menurun pada remaja sehingga berdampak pada psikologis, hal ini mengakibatkan banyaknya masalah kesehatan mental. Gejala yang dialami remaja seperti stress, cemas hingga marah yang tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Literatur Review. Berdasarkan hasil review jurnal didapatkan sebanyak 7 Jurnal PNRI, dan 43 jurnal Pubmed bahwa adanya dampak kesehatan mental pada remaja dengan pandemi Covid-19 dimana banyak mengalami kecemasan, stress hingga keinginan untuk bunuh diri. Faktor yang mempengaruhi dimana kurangnya komunikasi antara orangtua dengan anak, kecemasan karna takut terpapar, pembatasan aktifitas seperti lockdown. Manfaat dari dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan informasi baru terkait kesehatan mental.

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja, memicu peningkatan masalah seperti kecemasan, depresi, dan keinginan untuk bunuh diri.Isolasi sosial dan perubahan pola hidup akibat pandemi berkontribusi terhadap penurunan interaksi sosial dan peningkatan risiko gangguan psikologis pada remaja.Penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi dini dan dukungan kesehatan mental bagi remaja selama dan setelah pandemi, serta perlunya pendekatan telemental konseling untuk mengatasi permasalahan ini.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memahami mekanisme spesifik bagaimana isolasi sosial dan perubahan rutinitas akibat pandemi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk peran faktor-faktor seperti dukungan sosial, penggunaan media sosial, dan aktivitas fisik. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis sekolah yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan mental remaja dan mengurangi dampak negatif pandemi, seperti program pelatihan keterampilan mengatasi stres atau kelompok dukungan sebaya. Selain itu, penelitian di masa depan perlu menginvestigasi efektivitas berbagai pendekatan telemental health dalam menjangkau remaja yang membutuhkan dukungan kesehatan mental, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses ke layanan kesehatan tradisional, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti preferensi remaja terhadap format layanan dan kualitas koneksi internet.

Read online
File size763.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test