STIKESNHSTIKESNH
Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah adalah senam kaki diabetes, yaitu latihan sederhana yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah dan aktivitas otot ekstremitas bawah. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan senam kaki diabetik sebagai intervensi keperawatan sederhana dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pasien, Ny. W, seorang perempuan berusia 29 tahun, telah didiagnosis menderita diabetes melitus dan memiliki kadar glukosa darah yang belum terkontrol secara optimal. Intervensi dilakukan di lingkungan rumah pasien selama tiga hari berturut-turut, pada tanggal 21–23 Mei 2025. Sebelum intervensi, pasien diberikan edukasi mengenai perawatan kaki dan manfaat senam kaki diabetik. Pelaksanaan senam dilakukan dengan metode demonstrasi dan roleplay, serta pemeriksaan kadar glukosa darah acak menggunakan glukometer dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah senam. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah yang konsisten setiap hari setelah intervensi, yaitu dari 312 mg/dL menjadi 301 mg/dL pada hari pertama, 280 mg/dL menjadi 263 mg/dL pada hari kedua, dan 273 mg/dL menjadi 260 mg/dL pada hari ketiga. Temuan ini menunjukkan bahwa senam kaki diabetes memberikan efek positif dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah. Kesimpulan senam kaki diabetes dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah.
W selama tiga hari menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan.Penurunan yang terjadi secara konsisten setiap kali tersebut menggambarkan bahwa senam kaki diabetes mampu membantu memperbaiki kondisi pasien dalam mengontrol kadar glukosa darah.Dengan demikian, senam kaki diabetes dapat dikatakan efektif sebagai satu upaya nonfarmakologis dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas jangka panjang senam kaki diabetes dalam mengontrol glukosa darah pasien. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi latihan ini dengan perubahan pola makan untuk meningkatkan efektivitasnya. Selanjutnya, studi lebih luas perlu dilakukan untuk mengevaluasi respons berbeda pada populasi demografis yang beragam, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan diabetes, sehingga hasilnya lebih relevan untuk penerapan skala besar.
- Obesitas, Pola Diet, dan Aktifitas Fisik dalam Penanganan Diabetes Melitus pada Masa Pandemi Covid-19... jurnal.umj.ac.id/index.php/MJNF/article/view/8491Obesitas Pola Diet dan Aktifitas Fisik dalam Penanganan Diabetes Melitus pada Masa Pandemi Covid 19 jurnal umj ac index php MJNF article view 8491
- Senam Kaki Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 untuk Meningkatkan Nilai Ankle Brachial Indexs... jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/view/24445Senam Kaki Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 untuk Meningkatkan Nilai Ankle Brachial Indexs jurnal unpad ac jnc article view 24445
| File size | 323.85 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Teknik sampling yang digunakan total sampling dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen rekam medis pasien DMTeknik sampling yang digunakan total sampling dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen rekam medis pasien DM
UnwahasUnwahas Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagian besar pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di RSU Undata dariBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagian besar pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di RSU Undata dari
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Sebelum intervensi, nilai ABI pada kelompok intervensi meningkat dari 0,808 menjadi 0,884, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yangSebelum intervensi, nilai ABI pada kelompok intervensi meningkat dari 0,808 menjadi 0,884, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang
CERICCERIC Hasil penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan antara karakteristik individu dengan tingkat kepuasan. Penelitian ini merekomendasikan kepada praktisiHasil penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan antara karakteristik individu dengan tingkat kepuasan. Penelitian ini merekomendasikan kepada praktisi
CERICCERIC Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik, peran kepemimpinan, dan fungsi manajemen kepala ruang terhadap perilaku perawatPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh karakteristik, peran kepemimpinan, dan fungsi manajemen kepala ruang terhadap perilaku perawat
CERICCERIC Hasil evaluasi berdasarkan respon organismik menunjukkan sebagian besar masalah dapat teratasi dan menunjukkan perbaikan meskipun belum teratasi secaraHasil evaluasi berdasarkan respon organismik menunjukkan sebagian besar masalah dapat teratasi dan menunjukkan perbaikan meskipun belum teratasi secara
CERICCERIC Risiko terjadinya pneumonia dan meningkatnya risiko anak untuk dirawat inap adalah kurang mampunya ibu merawat anak di rumah. Penelitian ini bertujuanRisiko terjadinya pneumonia dan meningkatnya risiko anak untuk dirawat inap adalah kurang mampunya ibu merawat anak di rumah. Penelitian ini bertujuan
CERICCERIC Kode etik dan caring harus diketahui oleh mahasiswa keperawatan karena kedua hal tersebut merupakan dasar dari profesi keperawatan. Penelitian ini bertujuanKode etik dan caring harus diketahui oleh mahasiswa keperawatan karena kedua hal tersebut merupakan dasar dari profesi keperawatan. Penelitian ini bertujuan
Useful /
STIKESNHSTIKESNH Titik Aryanti, S. Keb Kab Ogan Komering Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitianTitik Aryanti, S. Keb Kab Ogan Komering Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian
STIKESNHSTIKESNH Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi 20‑Minute Mindful Breathing dan Fowler Position secara signifikan memperbaiki pola pernapasan dan mengurangiPenelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi 20‑Minute Mindful Breathing dan Fowler Position secara signifikan memperbaiki pola pernapasan dan mengurangi
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Prinsip keharmonisan dalam filsafat Timur, seperti taoisme, konfusianisme, buddhisme, dan hinduisme, memiliki kesamaan dengan pepatah tersebut dalam mendorongPrinsip keharmonisan dalam filsafat Timur, seperti taoisme, konfusianisme, buddhisme, dan hinduisme, memiliki kesamaan dengan pepatah tersebut dalam mendorong
CERICCERIC Lansia yang aktif melakukan senam memiliki tingkat depresi yang lebih rendah dibandingkan dengan lansia yang tidak aktif melakukan senam. Mayoritas lansiaLansia yang aktif melakukan senam memiliki tingkat depresi yang lebih rendah dibandingkan dengan lansia yang tidak aktif melakukan senam. Mayoritas lansia