STT TAWANGMANGUSTT TAWANGMANGU

FIDEIFIDEI

Kemiskinan merupakan masalah utama bagi konteks Nusa Tenggara Timur (NTT), dan masyarakat belum secara lantang menyuarakan hak-hak mereka di ruang publik. Suara-suara kritis dari penelitian-penelitian akademis belum secara signifikan membentuk daya kritis masyarakat untuk melawan ketidakadilan. Artikel ini memberi fokus dan mengkaji tentang sejarah dan solusi dari masalah kebungkaman masyarakat NTT. Artikel ini memakai lensa trauma untuk mendeteksi kebungkaman dari sejarah kekerasan massal tahun 1965. Sejarah tersebut dipahami sebagai akar trauma politik lintas generasi, yang membatasi suara di ruang publik. Setelah memahami sejarah trauma politik, artikel ini memakai analisis struktural pendekatan kualitatif dengan mengelola kajian literatur dan menyajikan secara teroretis. Penelitian ini berupaya mengelaborasi sisi pragmatis dari teologi trauma dan teologi pembebasan untuk memahami masalah kebungkaman secara lebih komprehensif. Penelitian ini berkesimpulan bahwa masalah kebungkaman mengakar pada unsur traumatis dan solusinya mesti bersifat menggugat tatanan sosial-politik. Hal ini karena pengabaian kebijakan politik terhadap pembangunan manusialah yang mengakibatkan masyarakat semakin dibungkam. Dengan demikian, artikel ini menawarkan solidaritas dan pendidikan kritis dari teologi pembebasan untuk melawan kebungkaman. Tawaran tersebut dijalankan dalam konsep dialog kritis sebagai solusi pemulihan transformatif untuk menghentikan kebungkaman.

Lensa trauma memperlihatkan keterlibatan teologi Kristen dalam memahami penderitaan sosial secara lebih utuh dan mengakar pada sejarah.Realitas kemanusiaan yang digerus oleh tatanan sosial yang timpang dan pembiasaan pola hidup yang diam terhadap ketidakadilan memerlukan sebuah kondisi bebas.Inilah alasan mengapa proses pemulihan transformatif menjadi sangat diperlukan, agar proses pembebasan dapat terealisasikan.Tawaran solidaritas dan pendidikan kritis yang dijalankan dalam konsep dialog kritis adalah tahapan pemulihan transformatif yang menjadi usulan penting dalam artikel ini.Artikel ini juga menawarkan penelitian selanjutnya yang secara langsung menggugat masalah kemiskinan dan pengabaian terhadap pembangunan manusia di NTT.Gugatan tersebut dapat secara langsung menuntut keadilan bagi hak-hak masyarakat sipil.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi sebagai berikut:. . 1. Menganalisis secara mendalam tentang dampak trauma politik lintas generasi terhadap pembentukan identitas kolektif masyarakat NTT, dan bagaimana hal ini mempengaruhi tatanan sosial-politik saat ini. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis diskursus.. . 2. Mengkaji peran pendidikan kritis dalam upaya pemberdayaan masyarakat NTT, khususnya dalam konteks trauma politik dan kemiskinan. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana pendidikan kritis dapat membantu masyarakat untuk memahami dan merespons realitas sosial mereka, serta bagaimana pendidikan kritis dapat menjadi alat perlawanan terhadap penindasan struktural.. . 3. Meneliti tentang peran gereja dan negara dalam upaya pemulihan dan pembebasan masyarakat NTT yang miskin dan terbungkam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana gereja dan negara dapat bekerja sama secara efektif untuk memastikan akses regulasi kekuasaan yang berpihak pada masyarakat yang dibungkam dan diabaikan, serta bagaimana mereka dapat menciptakan ruang dialogis yang mampu menjembatani kesenjangan relasi antara pemerintah dan masyarakat sipil akibat bias sejarah trauma politik 65.

  1. Pemulihan Transformatif atas Trauma “Sejarah Pembungkaman” bagi Masyarakat NTT dalam Paradigma... stt-tawangmangu.ac.id/e-journal/index.php/fidei/article/view/544Pemulihan Transformatif atas Trauma AuSejarah PembungkamanAy bagi Masyarakat NTT dalam Paradigma stt tawangmangu ac e journal index php fidei article view 544
Read online
File size322.91 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test