UNIMEDUNIMED

JURNAL IKATAN ALUMNI FISIKAJURNAL IKATAN ALUMNI FISIKA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi volume pada larutan kulit nenas terhadap sifat kelistrikan (tegangan arus dan daya listrik) yang dihasilkan dari bio-baterai. Variasi volume larutan kulit nenas terdiri dari 50 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, dan 250 ml. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan, arus, dan daya listrik terkecil dihasilkan pada volume 50 ml, yaitu 1,53 V, 0,72 mA, dan 1,10 mW, sedangkan yang tertinggi dihasilkan pada volume 250 ml, yaitu 3,50 V, 36 mA, dan 126 mW. Semakin banyak volume larutan yang digunakan, semakin besar luas permukaan elektroda yang tercelup ke dalam larutan elektrolit kulit nenas, sehingga semakin besar nilai tegangan dan arus listrik yang dihasilkan bio-baterai.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tegangan, arus, dan daya listrik terkecil dihasilkan pada volume 50 ml sebesar 1,53 V, 0,72 mA, dan 1,10 mW, sedangkan yang tertinggi dihasilkan pada volume 250 ml sebesar 3,50 V, 36 mA, dan 126 mW.Semakin banyak volume larutan yang digunakan, semakin besar luas permukaan elektroda yang tercelup ke dalam larutan elektrolit kulit nenas, sehingga semakin besar nilai tegangan dan arus listrik yang dihasilkan bio-baterai.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan variasi jenis elektrolit dan elektroda yang digunakan, serta mempelajari pengaruh suhu dan pH larutan terhadap kinerja bio-baterai. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja bio-baterai dengan menambahkan bahan-bahan tertentu ke dalam larutan elektrolit. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan cara yang lebih efektif dan efisien dalam menghasilkan energi listrik dari bio-baterai.

Read online
File size894.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test