UNIPASUNIPAS

Jnana KaryaJnana Karya

Kesenjangan tindakan (action gap) antara pemahaman aturan dan perilaku nyata menjadi tantangan utama pada sekolah Adiwiyata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) dan regulasi diri (self-regulation) siswa SMA Negeri 3 Singaraja dalam mengelola lingkungan sosial dan non-sosial melalui metode self-management. Program diimplementasikan menggunakan lima tahapan terstruktur: self-monitoring, self-analysis, self-change, dan self-maintenance. Dalam ranah non-sosial, siswa dilatih melakukan pengomposan aerob menggunakan composter bag. Pada ranah sosial, siswa melatih komunikasi asertif melalui role-play multikultural menggunakan pendekatan trans-bahasa (Bali, Indonesia, dan Inggris). Muara akhir program adalah penyusunan komitmen tertulis menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) yang dituangkan dalam SMART Pledge Card. Hasil analisis kuantitatif data post-test menunjukkan keberhasilan intervensi yang sangat signifikan dengan perolehan skor rata-rata 88,73% (kategori sangat tinggi). Secara kualitatif, SMART Pledge terbukti efektif mengubah niat abstrak menjadi target tindakan yang rasional dan terukur, didukung oleh sistem pengawasan accountability partner. Kesimpulannya, integrasi self-management multidisiplin efektif mewujudkan kemandirian karakter siswa dalam memelihara ekosistem sekolah secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program SMART Pledge berbasis tahapan self-management terbukti efektif meningkatkan self-awareness dan regulasi diri siswa, yang dikonfirmasi oleh perolehan nilai rata-rata post-test sebesar 88,73% (kategori sangat tinggi).Pemanfaatan media SMART Pledge Card berhasil mengonversi niat baik yang abstrak menjadi rencana tindakan konkret dan terukur, baik pada ranah lingkungan sosial (pencegahan name-calling dan piket kelas) maupun non-sosial (pemilahan sampah biologis dan plastik polimer).Penerapan metode bermain peran (role-play) berbasis translanguaging multikultural melatih kompetensi asertif siswa dalam menyuarakan kepedulian lingkungan secara santun tanpa memicu konflik relasi sebaya.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari SMART Pledge terhadap perilaku siswa setelah satu tahun penerapan. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan efektivitas sistem accountability partner yang berbeda, seperti melibatkan orang tua atau komunitas lokal. Terakhir, penelitian baru juga bisa mengeksplorasi adaptasi model SMART Pledge di sekolah-sekolah lain dengan konteks budaya dan lingkungan yang berbeda, untuk mengetahui fleksibilitas pendekatan ini dalam berbagai situasi. Ketiga saran ini bertujuan mengembangkan pemahaman lebih dalam tentang keberlanjutan program, optimisasi sistem pendukung, serta kecakupan model yang telah dibuat.

  1. Taylor & Francis Group. taylor francis group doi.org/10.4324/9780203082744Taylor Francis Group taylor francis group doi 10 4324 9780203082744
Read online
File size963.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test