KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA
Jurnal Riset InformatikaJurnal Riset InformatikaDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di kabupaten Sikka-NTT yang cenderung meningkat dalam 10 tahun terakhir. Upaya memprediksi jumlah kasus DBD penting untuk mendukung kebijakan pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model prediksi jumlah kasus DBD berdasarkan luas bangunan, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk, serta menjelaskan faktor lain yang berpengaruh terhadap hasil prediksi. Penelitian menggunakan pendekatan Explanatory Sequential Mixed Methods yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Model prediksi dibangun secara bertahap menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Data kuantitatif diperoleh dari Dinas Kesehatan, BPS kabupaten Sikka, dan Google Earth; sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan surveilans dari Dinas Kesehatan dan beberapa puskesmas pada wilayah penelitian, dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas bangunan memiliki hubungan yang lemah terhadap jumlah kasus DBD (nilai R²=0,10334 untuk kecamatan Alok Timur dan R2=0,38055 untuk kecamatan Waiblama). Setelah penambahan variabel jumlah penduduk dan kepadatan penduduk, nilai R² pada kecamatan Alok Timur meningkat menjadi 0,46974; dan R2=0,41024 untuk kecamatan Waiblama; namun akurasi model masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa perilaku masyarakat, seperti kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan kepatuhan terhadap program Pemberantasan Sarang Nyamuk, merupakan faktor dominan yang memengaruhi jumlah kasus DBD. Dapat disimpulkan bahwa model prediksi berbasis variabel lingkungan fisik dan kependudukan belum mampu menggambarkan kompleksitas penyebaran kasus DBD secara akurat. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model yang mengintegrasikan faktor perilaku masyarakat agar hasil prediksi lebih akurat untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah terkait kasus DBD.
Variasi model prediksi yang dihasilkan dalam penelitian ini berdasarkan variabel lingkungan fisik dan demografi tidak optimal.Faktor lingkungan fisik (luas bangunan) dan kepadatan penduduk berpengaruh, tetapi tidak cukup kuat untuk memprediksi jumlah kasus demam berdarah dengan akurat.Hal ini menunjukkan bahwa luas bangunan, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk tidak memiliki korelasi yang kuat dengan jumlah kasus demam berdarah di Kabupaten Sikka.Sebaliknya, perilaku masyarakat merupakan faktor penting penyebab demam berdarah yang tidak tertangkap dalam model prediksi.Oleh karena itu, pengembangan model yang mengintegrasikan faktor perilaku masyarakat diperlukan.
Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menambahkan variabel lain yang terkait dengan perilaku masyarakat (berdasarkan hasil survei dan wawancara) ke dalam model untuk meningkatkan akurasi prediksi kasus. 2. Mengembangkan model yang mengintegrasikan faktor perilaku masyarakat, seperti kebersihan lingkungan dan kepatuhan terhadap program pemberantasan sarang nyamuk, untuk meningkatkan akurasi prediksi dan mendukung kebijakan pencegahan dan pengendalian demam berdarah. 3. Melakukan studi komparatif antara model prediksi yang mengintegrasikan faktor perilaku masyarakat dengan model yang hanya menggunakan variabel lingkungan fisik dan demografi, untuk mengevaluasi manfaat dan keunggulan model yang mengintegrasikan faktor perilaku masyarakat.
- 0. pdf obj endobj qo 8nr endstream 3r 35w w3t04 30pisp t0p r0t hx gvvk x5 3z po x6 bg 2el1n 9c x1 ijraset.com/best-journal/multicollinearity-in-multiple-linear-regression-detection-consequences-and-remedies0 pdf obj endobj qo 8nr endstream 3r 35w w3t04 30pisp t0p r0t hx gvvk x5 3z po x6 bg 2el1n 9c x1 ijraset best journal multicollinearity in multiple linear regression detection consequences and remedies
- Spatial Modeling of Climate Change Effects on Dengue Fever Incidence: A Case Study in East Nusa Tenggara... iieta.org/journals/mmep/paper/10.18280/mmep.120131Spatial Modeling of Climate Change Effects on Dengue Fever Incidence A Case Study in East Nusa Tenggara iieta journals mmep paper 10 18280 mmep 120131
| File size | 684.12 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Berdasarkan evaluasi pada dataset uji, model SegNet yang dimodifikasi mencapai performa yang kuat dengan akurasi sebesar 91,72%, mean Intersection overBerdasarkan evaluasi pada dataset uji, model SegNet yang dimodifikasi mencapai performa yang kuat dengan akurasi sebesar 91,72%, mean Intersection over
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Mayoritas sentimen masyarakat terhadap kebijakan ini cenderung positif, meskipun masih ada sebagian kecil komentar negatif. Dengan demikian, metode NaïveMayoritas sentimen masyarakat terhadap kebijakan ini cenderung positif, meskipun masih ada sebagian kecil komentar negatif. Dengan demikian, metode Naïve
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Perkembangan teknologi Computer Vision telah memberikan kontribusi signifikan pada sektor pertanian, khususnya dalam identifikasi tanaman berdasarkan karakteristikPerkembangan teknologi Computer Vision telah memberikan kontribusi signifikan pada sektor pertanian, khususnya dalam identifikasi tanaman berdasarkan karakteristik
KRESNA MEDIAKRESNA MEDIA Mayoritas komentar (79,8%) bersifat negatif, mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap DPR. Pendekatan hibrida berbasis lexicon dan machine learning berhasilMayoritas komentar (79,8%) bersifat negatif, mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap DPR. Pendekatan hibrida berbasis lexicon dan machine learning berhasil
ITSITS Batang mengalami deformasi elastis hingga Fy = 900 MPa, diikuti oleh fase plastis hingga hampir Fu = 1. 100 MPa, menyebabkan strain permanen dan necking.Batang mengalami deformasi elastis hingga Fy = 900 MPa, diikuti oleh fase plastis hingga hampir Fu = 1. 100 MPa, menyebabkan strain permanen dan necking.
ITSITS Proses ini tidak hanya mengurangi polusi lingkungan tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk dan mengurangi ketergantungan pada HAp impor. BerdasarkanProses ini tidak hanya mengurangi polusi lingkungan tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk dan mengurangi ketergantungan pada HAp impor. Berdasarkan
AIBPMAIBPM Setiap negara menawarkan konteks unik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia perusahaan, sumber daya keuangan, dan kondisi bisnis lokal. Misalnya,Setiap negara menawarkan konteks unik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia perusahaan, sumber daya keuangan, dan kondisi bisnis lokal. Misalnya,
AIBPMAIBPM Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kausal kuantitatif, dengan 205 responden yang tinggal di Jakarta yang pernah berbelanja secaraMetode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kausal kuantitatif, dengan 205 responden yang tinggal di Jakarta yang pernah berbelanja secara
Useful /
ITSITS Langkah ini meningkatkan akurasi gerakan input untuk analisis dinamis nonlinear. Data tanah subsurface mengklasifikasikan situs sebagai Kelas Tanah E (tanahLangkah ini meningkatkan akurasi gerakan input untuk analisis dinamis nonlinear. Data tanah subsurface mengklasifikasikan situs sebagai Kelas Tanah E (tanah
ITSITS Hasil menunjukkan penurunan signifikan laju korosi baja API 5L Grade B dalam larutan HCl 1 M ketika penghambat ekstrak eceng gembola ditambahkan. DalamHasil menunjukkan penurunan signifikan laju korosi baja API 5L Grade B dalam larutan HCl 1 M ketika penghambat ekstrak eceng gembola ditambahkan. Dalam
ITSITS Pada uji tanpa beban, berhasil mempertahankan keseimbangan pada sudut roll dengan kemiringan maksimum 4 derajat, pada sudut pitch dengan kemiringan maksimumPada uji tanpa beban, berhasil mempertahankan keseimbangan pada sudut roll dengan kemiringan maksimum 4 derajat, pada sudut pitch dengan kemiringan maksimum
AIBPMAIBPM Namun, implementasinya menghadapi beberapa tantangan, termasuk akses terbatas ke data yang dapat diandalkan, inkonsistensi dalam standar internasional,Namun, implementasinya menghadapi beberapa tantangan, termasuk akses terbatas ke data yang dapat diandalkan, inkonsistensi dalam standar internasional,