ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Artikel jurnal ini bertujuan untuk mempelajari metodologi komprehensif yang melibatkan Analisis Bahaya Gempa Deterministik (DSHA), pemilihan gerakan tanah spesifik situs, pencocokan spektrum, dan analisis dinamis nonlinear pada Patahan Beribis Kendeng Waleri. Tujuh rekaman gerakan tanah kuat dipilih dari database PEER NGA-West2 dan dicocokkan secara spektrum dengan spektrum respons target yang diturunkan dari parameter DSHA. Efek situs lokal diintegrasikan melalui analisis respons situs menggunakan data tanah subsurface rinci, yang mengklasifikasikan situs sebagai Kelas E (tanah sangat lunak). Sejarah percepatan waktu permukaan yang dihasilkan digunakan dalam analisis sejarah waktu nonlinear untuk menilai kinerja struktur.

Penelitian ini menyajikan metodologi komprehensif untuk penilaian bahaya gempa spesifik situs dan pemilihan gerakan tanah, dengan fokus pada Patahan Baribis-Kendeng di Jawa Tengah, Indonesia.Dengan menggabungkan Analisis Bahaya Gempa Deterministik (DSHA), pencocokan spektrum gerakan tanah, dan analisis respons situs, penelitian ini menyediakan kerangka kerja yang kuat untuk mengevaluasi kinerja struktur di bawah beban gempa.Patahan Baribis-Kendeng diidentifikasi sebagai sumber gempa yang dominan, dengan parameter patahan (magnitudo, jarak, dan mekanisme) digunakan untuk menghasilkan spektrum target deterministik.Tujuh rekaman dari database PEER NGA-West2 dipilih dan dicocokkan secara spektrum dengan spektrum target menggunakan SeismoMatch, memastikan kepatuhan dengan toleransi ±10%.Langkah ini meningkatkan akurasi gerakan input untuk analisis dinamis nonlinear.Data tanah subsurface mengklasifikasikan situs sebagai Kelas Tanah E (tanah sangat lunak), yang menunjukkan amplifikasi gerakan tanah yang signifikan.Analisis respons situs menerjemahkan gerakan dasar ke percepatan tingkat permukaan, menangkap perilaku tanah lokal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengeksplorasi Analisis Bahaya Gempa Probabilistik (PSHA) guna melakukan penilaian risiko yang lebih komprehensif. Selain itu, kerangka kerja ini dapat diperluas ke daerah-daerah yang aktif secara seismik lainnya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik desain gempa, menawarkan pendekatan yang tervalidasi bagi insinyur untuk meningkatkan ketahanan struktur di daerah rawan gempa seperti Indonesia.

Read online
File size1.1 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test