ITSITS

IPTEK The Journal of EngineeringIPTEK The Journal of Engineering

Proses machining menghasilkan limbah logam dalam bentuk bubuk halus yang sering tidak dimanfaatkan secara efisien. Penelitian ini mengeksplorasi potensi daur ulang bubuk limbah machining melalui metalurgi serbuk, dengan fokus pada bagaimana suhu sintering mempengaruhi sifat mekanik dan mikrostruktur. Bubuk logam dari ST60 steel dikompak dan disinter pada suhu 1100°C, 1150°C, dan 1200°C. Spesimen kemudian dibandingkan dengan ST60 steel asli. Analisis XRF mengonfirmasi bahwa besi adalah unsur dominan dalam bubuk limbah. Analisis mikrostruktur menunjukkan adanya ferit dan perlit pada semua spesimen, dengan suhu sintering yang lebih tinggi meningkatkan kandungan ferit. Dalam hal kinerja mekanik, ST60 steel menunjukkan kekerasan tertinggi (80,6 HRB) dan kekuatan kompresi (156,157 N/mm²). Di antara spesimen, spesimen yang disinter pada 1100°C memiliki kekerasan tertinggi (65,1 HRB) dan kekuatan kompresi (73,293 N/mm²), paling dekat dengan ST60 steel. Nilai kasar permukaan terendah (7,058 Ra) diamati pada spesimen 1200°C, mendekati nilai ST60 (2,003 Ra). Temuan ini menunjukkan bahwa bubuk limbah machining yang didaur ulang dapat diproses menjadi produk yang berguna, terutama untuk aplikasi beban rendah, dengan sifat optimal yang dicapai pada suhu sintering 1100°C.

Menurut pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa.Komposisi unsur dari bubuk limbah logam yang diperoleh dari limbah machining berhasil diidentifikasi menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF).Unsur dominan yang terdeteksi dalam bubuk adalah besi (Fe), dengan konsentrasi 82,53%.Bubuk yang digunakan dalam penelitian ini disaring hingga ukuran partikel 100 mesh.Suhu sintering memiliki korelasi terbalik dengan sifat mekanik spesimen.Semakin tinggi suhu sintering, kekerasan dan kekuatan kompresi menurun.Suhu sintering yang lebih tinggi menyebabkan pengerutan spesimen, yang mengakibatkan penurunan tinggi dan perubahan volume.Suhu yang lebih tinggi juga mengurangi porosi karena peningkatan pengikatan partikel dan densifikasi, yang berkontribusi pada nilai kasar permukaan yang lebih rendah.Dalam hal mikrostruktur, spesimen didominasi oleh fase ferit dan perlit.Semakin tinggi suhu sintering, proporsi perlit berkurang sedangkan ferit meningkat.Perubahan ini menyebabkan penurunan kekuatan mekanik, karena ferit lebih lunak dan lebih lentur daripada perlit.Perbandingan mikrostruktur antara ST60 steel dan spesimen yang disinter menunjukkan pembentukan fase yang serupa, yaitu perlit dan ferit.Namun, dalam hal kinerja mekanik, ST60 steel menunjukkan kekerasan dan kekuatan kompresi yang lebih unggul dibandingkan ketiga spesimen yang disinter.Di antara spesimen, spesimen yang disinter pada 1100°C menunjukkan sifat mekanik yang paling mirip dengan ST60 steel.Dalam hal kasar permukaan, meskipun ST60 steel masih unggul, spesimen yang disinter pada 1200°C menunjukkan finis permukaan yang paling mendekati bahan acuan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis pengaruh variasi komposisi bubuk limbah machining terhadap sifat mekanik dan mikrostruktur. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana komposisi yang berbeda dari bubuk limbah, seperti variasi persentase besi atau penambahan unsur lain, mempengaruhi sifat mekanik dan mikrostruktur spesimen yang dihasilkan. 2. Meneliti efek suhu sintering yang lebih tinggi terhadap sifat mekanik dan mikrostruktur. Penelitian ini dapat fokus pada suhu sintering yang lebih tinggi dari 1200°C untuk melihat apakah ada titik optimal baru atau perubahan mikrostruktur yang signifikan. 3. Mengkaji potensi penggunaan bubuk limbah machining untuk aplikasi spesifik, seperti komponen statis atau ringan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana bubuk limbah machining dapat dioptimalkan untuk aplikasi tertentu, seperti door handle, table legs, atau window handles, dengan mempertimbangkan sifat mekanik dan mikrostruktur yang diinginkan.

Read online
File size783.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test