GUBUGJOURNALGUBUGJOURNAL

El Muntashir: Journal of Quranic StudiesEl Muntashir: Journal of Quranic Studies

Fenomena ujaran kebencian berbasis agama di media sosial telah menjadi ancaman serius yang mendorong intoleransi, polarisasi sosial, dan disintegrasi nasional. Masalah ini diperparah oleh manipulasi teks argumen agama untuk melegitimasi permusuhan terhadap kelompok agama yang berbeda, ditambah dengan kurangnya kontrol diri digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika struktural ujaran kebencian berbasis agama di media sosial dan membangun kerangka etika digital komprehensif yang berasal dari tafsir ayat-ayat Al-Quran yang relevan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Quran menawarkan prinsip-prinsip etika komunikasi yang komprehensif dalam mencegah ujaran kebencian berbasis agama di era digital.Analisis terhadap beberapa ayat Al-Quran menunjukkan bahwa Al-Quran mengajarkan penghormatan terhadap keberagaman, perlindungan terhadap martabat manusia, pengendalian komunikasi verbal dan nonverbal, kewajiban melakukan tabayyun, serta penggunaan bahasa yang santun sebagai landasan komunikasi yang berkeadaban.Temuan utama penelitian ini adalah perumusan konsep etika digital Qurani sebagai kerangka etika komunikasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Quran dalam menghadapi fenomena ujaran kebencian, hoaks, cyberbullying, dan polarisasi di media sosial.Konsep tersebut menunjukkan bahwa pencegahan ujaran kebencian tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum, tetapi juga memerlukan internalisasi nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman moral dalam aktivitas komunikasi digital.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model etika digital Qurani yang lebih komprehensif. Model ini dapat mengintegrasikan nilai-nilai Al-Quran dengan karakteristik media sosial kontemporer, seperti anonimitas pengguna, cyberbullying, dan penyebaran hoaks. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi implementasi etika digital Qurani dalam praktik komunikasi digital sehari-hari, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan pemangku kebijakan digital. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam menciptakan ruang digital yang inklusif, toleran, dan berkeadaban.

Read online
File size417.88 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test