LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi TerpaduJurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu

Sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu kerupuk, dengan bahan baku yang digunakan di UMKM Citra adalah tepung terigu yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan kerupuk. Dalam penelitian ini, penulis meninjau pengendalian untuk menentukan besarnya stok pengaman ketersediaan bahan baku UMKM Citra dengan membandingkan dua sistem ketersediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya safety stok dan kapan harus memesan kembali serta membandingkan sistem pengendalian availability yang telah dilakukan UMKM Citra dengan menggunakan dua sistem pengendalian availability yaitu metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode Just In Time (JIT). Setelah dilakukan analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa dalam melakukan pengendalian persediaan bahan baku, biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Citra lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode pendekatan Just In Time (JIT). Sedangkan jika pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) dibandingkan dengan Just In Time (JIT) dengan masing-masing total biaya persediaan antara perusahaan, EOQ dan JIT adalah Rp 10.000.000, Rp 1.109.995 dan Rp 934.924, menggunakan pendekatan JIT lebih unggul karena jumlah pesanan yang lebih tinggi dan total biaya persediaan yang lebih rendah.

Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku tepung terigu yang optimal dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam sekali pesan adalah sebesar 7.928 kg, dengan frekuensi pemesanan periode setahun sebanyak 5 kali, terdapat safety stock atau cadangan pengaman sebesar 1.863 kg dan reorder point atau titik pemesanan kembali diangka 2.Sedangkan apabila menggunakan metode Just In Time (JIT) didapatkan hasil untuk jumlah kuantitas pemesanan yang optimal sebesar 20.976 kg dengan pemesanan bahan baku yang dalam sekali pesan sebesar 2.997 kg, dan terdapat frekuensi pemesanan selama setahun sebanyak 2 kali.Total biaya persediaan bahan baku tepung terigu dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) menghasilkan biaya sebesar Rp 1.955, sedangkan metode Just In Time (JIT) menghasilkan biaya sebesar Rp 943.Setelah mengetahui total biaya persediaan antara metode perusahaan, EOQ, dan JIT maka penulis merekomendasikan menggunakan metode Just In Time karena total biaya persediaan lebih kecil sebesar Rp 934.924 dibandingkan dengan metode perusahaan dan EOQ yang masing-masing sebesar Rp 10.

Dalam penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengkaji penerapan model hybrid antara EOQ dan JIT agar menggabungkan keunggulan kedua metode tersebut dalam mengurangi biaya persediaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak variasi lead time terhadap efektivitas JIT, terutama dalam konteks jalan macet dan kendaraan mogok yang sering terjadi di wilayah Serang, Banten. Sementara itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor eksternal seperti ketergantungan pasokan bahan baku dari pemasok lokal dan ketersediaan alternatif bahan baku untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok di UMKM Citra.

Read online
File size893.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test