LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi TerpaduJurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu

Masalah utama yang dihadapi perusahaan adalah tingginya persentase produk cacat pada lini converting yang sering kali melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%, dengan puncaknya mencapai 5,45% pada Desember 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang paling dominan, mengukur kapabilitas proses saat ini melalui nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) dan Level Sigma, serta memberikan usulan perbaikan untuk meminimalkan cacat. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Six Sigma melalui siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data penelitian mencakup laporan produksi periode Juli - Desember 2024 serta observasi langsung di lapangan. Hasil identifikasi menggunakan Diagram Pareto menunjukkan bahwa jenis cacat yang paling dominan adalah Krepek (permukaan menggelembung) yang mencakup sekitar 55% dari total cacat. Selain itu, terdapat cacat lain seperti patah-patah, overlap, dan delaminasi.

Proses pengendalian kualitas pada produk carton box dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan pemeriksaan bahan baku, in-process control, hingga final inspection.Meskipun secara umum berjalan sesuai SOP, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian mutu, seperti nilai burst strength yang kurang dari standar dan warna cetakan yang tidak konsisten.Peran peralatan dan fasilitas produksi sangat penting dalam menjaga kualitas produk.Mesin-mesin produksi yang modern dan presisi membantu menghasilkan carton box yang sesuai spesifikasi, sedangkan fasilitas kerja yang terorganisir menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan aman.Penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh tenaga kerja juga mendukung keselamatan kerja dan mengurangi potensi kesalahan yang dapat mempengaruhi mutu produk.Kepuasan pelanggan menjadi fokus utama, di mana pelanggan mengharapkan produk yang kuat, tahan lama, tepat ukuran, dan memiliki kualitas cetak yang baik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh variasi bahan baku (seperti kelembapan kertas dan viskositas lem) terhadap kualitas produk carton box, terutama dalam konteks fluktuasi pasokan bahan baku dari supplier. Kedua, penelitian dapat fokus pada integrasi teknologi otomasi dalam proses inspeksi kualitas untuk meningkatkan akurasi deteksi cacat dan mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual oleh operator. Ketiga, analisis lebih lanjut tentang dampak perubahan parameter mesin (seperti suhu silinder dan tekanan rol) terhadap kecacatan jenis Krepek dan Patah-Patah, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik bahan baku dan kondisi lingkungan produksi. Semua saran ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan Six Sigma dalam meningkatkan kapabilitas proses dan memenuhi standar kualitas industri secara lebih optimal.

Read online
File size628.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test