LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Jurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi TerpaduJurnal Intent: Jurnal Industri dan Teknologi Terpadu

PT. Anugrah Gas Utama adalah sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan Pertamina atau biasa disebut dengan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang bergerak di bidang migas atau minyak dan gas bumi yang memproduksi gas 3kg. Dalam pelaksanaan produksi, PT. Anugrah Gas Utama membutuhkan pengendalian persediaan bahan baku dari waktu ke waktu untuk menjamin kelancaran proses produksi. Dengan adanya sistem pengendalian bahan baku yang diterapkan dalam perusahaan, biaya persediaan tersebut dapat ditekan sekecil mungkin. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dan untuk meminimalkan total biaya persediaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dengan menggunakan metode Period Order Quantity (POQ) dan Just In Time (JIT) dapat diketahui bahwa jumlah total cost yang paling rendah adalah dengan menggunakan JIT yaitu sebesar Rp.31.674.517 sedangkan menggunakan metode POQ sebesar Rp.212.331.595. Karena metode JIT memiliki total cost yang lebih rendah dibandingkan metode POQ, maka metode Just In Time (JIT) yang bisa digunakan oleh perusahaan. Tetapi perusahaan harus mengurangi persediaannya dan membangun hubungan yang kuat dengan supplier dan customer.

Dari hasil yang telah di analisis dengan menggunakan metode Period Order Quantity (POQ) dan Just In Time (JIT) dapat diketahui bahwa jumlah total biaya persediaan yang dipakai perusahaan sebanyak Rp.000, total biaya persediaan menggunakan metode Period Order Quantity (POQ) yaitu sebanyak Rp.595 dan total biaya persediaan menggunakan metode Just In Time (JIT) yaitu sebanyak Rp.Sehingga total biaya persediaan yang paling rendah adalah dengan menggunakan metode Just In Time (JIT) yaitu sebanyak Rp.Melihat dari total cost yang paling rendah adalah metode Just In Time (JIT) yaitu sebesar Rp.Maka metode Just In Time (JIT) yang bisa digunakan oleh perusahaan, karena dengan menggunakan metode Just In Time (JIT) maka perusahaan dapat lebih mengurangi total cost yang dikeluarkan.Tetapi perusahaan harus mengurangi persediaannya dan membangun hubungan yang kuat dengan supplier dan customer.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh keandalan pasokan dari pemasok terhadap efektivitas implementasi Just In Time (JIT) di PT. Anugrah Gas Utama. Selain itu, perlu dikaji model hybrid yang menggabungkan metode POQ dan JIT untuk menyeimbangkan antara kebutuhan inventaris minimal dan kestabilan pasokan. Penelitian juga bisa mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan JIT terhadap kepuasan pelanggan dan kinerja operasional perusahaan. Dengan memperhatikan keterbatasan armada pengambilan bahan baku, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi solusi teknologi seperti sistem manajemen logistik berbasis digital untuk mengoptimalkan waktu tunggu dan pengiriman. Selain itu, perlu diteliti strategi pembangunan hubungan jangka panjang dengan pemasok dan konsumen untuk memastikan keberlanjutan penerapan JIT. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh fluktuasi harga bahan baku terhadap efektivitas metode JIT dan POQ. Dengan mempertimbangkan karakteristik industri migas, studi lanjutan dapat mengevaluasi adaptasi metode JIT dalam konteks rantai pasok yang rentan terhadap risiko geografis dan logistik. Penelitian juga bisa mengeksplorasi penggunaan data historis permintaan untuk meningkatkan akurasi prediksi kebutuhan bahan baku. Selain itu, perlu dikembangkan model simulasi untuk menguji skenario berbagai kondisi pasar dan operasional. Penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi dampak perubahan kebijakan pemerintah terhadap strategi pengendalian persediaan di sektor energi.

Read online
File size686.14 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test