JPRESSJPRESS

Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu KesehatanJurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan

Akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang akurat masih menjadi tantangan besar di negara berkembang akibat kendala geografis dan stigma sosial yang kuat. Integrasi teknologi digital dalam layanan keluarga berencana hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kesenjangan akses tersebut. Tinjauan ini bertujuan untuk memetakan berbagai bentuk inovasi media edukasi digital dalam konseling kontrasepsi serta menganalisis dampaknya terhadap proses pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengikuti kerangka kerja PRISMA-ScR, di mana pencarian sistematis dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, Wiley Online Library, dan Cochrane. Sebanyak 12 artikel dan dianalisis kualitasnya menggunakan instrumen JBI Critical Appraisal. Hasil sintesis menunjukkan bahwa inovasi digital hadir dalam bentuk pesan teks/suara otomatis, aplikasi pendukung keputusan berbasis algoritma medis, hingga platform edutainment media sosial. Intervensi ini terbukti secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan dan peluang penggunaan kontrasepsi modern hingga 1,6 sampai 2,4 kali lipat dibandingkan metode konvensional. Meskipun efektif meningkatkan otonomi perempuan melalui fitur privasi dan penggunaan bahasa lokal, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur internet serta dominasi gender dalam penguasaan perangkat digital. Sebagai kesimpulan, integrasi teknologi digital mampu mentransformasi konseling kontrasepsi menjadi lebih interaktif dan personal, namun memerlukan pendekatan yang tanggap terhadap struktur sosial serta nilai-nilai budaya setempat agar dapat diterima secara berkelanjutan.

The integration of digital technology into contraceptive counseling in developing countries has transformed reproductive health services through innovations such as automated text messaging, algorithm-based decision-support applications, and edutainment platforms.This review demonstrates that digital interventions significantly improve health literacy and increase the likelihood of modern contraceptive use by 1.The main advantage of these media lies in their ability to provide access to private, autonomous, and sensitive information in local languages and cultural contexts, thereby strengthening womens autonomy in making decisions about contraceptive use.Despite its strong potential, the effectiveness of this technology is still constrained by limitations in internet infrastructure, low levels of digital literacy, and gender dominance in device ownership and decision-making.Therefore, the success of digital health services in the future will depend not only on the sophistication of technological features but also on a comprehensive approach that considers the social structures and cultural values of local communities in order to generate sustainable impacts.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan aplikasi atau platform digital yang lebih responsif terhadap nilai-nilai budaya dan struktur sosial setempat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bahasa lokal, privasi, dan aksesibilitas. Hal ini dapat meningkatkan penerimaan dan keberlanjutan implementasi teknologi digital dalam konseling kontrasepsi.. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan reproduksi melalui media digital, terutama dalam mengatasi mitos dan stigma yang masih melekat di masyarakat. Penelitian ini dapat membantu mengembangkan konten edukasi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna.. . 3. Menganalisis lebih dalam tentang peran dan partisipasi pasangan dalam proses pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi, serta bagaimana teknologi digital dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan komunikasi antara pasangan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang cara-cara yang efektif untuk melibatkan pasangan dalam konseling kontrasepsi, sehingga meningkatkan efektivitas dan keberhasilan program keluarga berencana.

  1. Influence of TikTok as an Edutainment Platform on Female Students’ Awareness and Use of Contraceptives... doi.org/10.52589/jarms-vjd3aknwInfluence of TikTok as an Edutainment Platform on Female StudentsAo Awareness and Use of Contraceptives doi 10 52589 jarms vjd3aknw
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... bmcdigitalhealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s44247-023-00034-zClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site bmcdigitalhealth biomedcentral articles 10 1186 s44247 023 00034 z
  3. Mobile solutions to Empower reproductive life planning for women living with HIV in Kenya (MWACh EMPOWER):... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0300642Mobile solutions to Empower reproductive life planning for women living with HIV in Kenya MWACh EMPOWER journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0300642
  4. The Use Of Mobile Applications For Reproductive Health Education And Family Planning With Participatory... jceh.org/index.php/JCEH/article/view/740The Use Of Mobile Applications For Reproductive Health Education And Family Planning With Participatory jceh index php JCEH article view 740
  5. Digital health technologies for accessing contraceptive services among young people in Sub-Saharan Africa:... journals.plos.org/digitalhealth/article?id=10.1371/journal.pdig.0000748Digital health technologies for accessing contraceptive services among young people in Sub Saharan Africa journals plos digitalhealth article id 10 1371 journal pdig 0000748
Read online
File size627.74 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test