JPRESSJPRESS

Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu KesehatanJurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan

Precision nutrition adalah pendekatan yang menekankan penyesuaian rekomendasi gizi berdasarkan karakteristik individu, termasuk asupan makanan dan indeks massa tubuh (IMT). Kedua komponen tersebut berperan dalam memengaruhi kadar kolesterol total dan trigliserida. Dislipidemia merupakan kelainan metabolik yang ditandai oleh gangguan kadar lipid tersebut dan berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komponen precision nutrition (asupan makanan dan IMT) serta kadar kolesterol total dan trigliserida pada pasien dislipidemia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 65 sampel pasien dislipidemia peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Healthy Life Bandung, yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data asupan makanan diperoleh melalui kuesioner yang diadaptasi berdasarkan pedoman gizi seimbang dan Indeks Gizi Seimbang (IGS), IMT diperoleh dari pengukuran antropometri, serta kolesterol total dan trigliserida diperoleh dari pemeriksaan laboratorium berupa darah. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan 80% subjek berjenis kelamin perempuan dan mayoritas adalah lansia (55,4%). Kadar kolesterol total dan trigliserida pada subjek penelitian didominasi oleh kategori diinginkan (normal), masing-masing yaitu sebesar 40% dan 55,4%. Asupan karbohidrat dan lemak sebagian besar tergolong kurang, protein hewani berada pada kategori kurang dan cukup, protein nabati berada pada kategori cukup, serta konsumsi sayuran dan buah tergolong cukup. Status gizi subjek penelitian didominasi oleh obesitas kelas I (46,2%). Penelitian ini menunjukkan komponen precision nutrition (asupan makanan dan IMT) serta gambaran kadar kolesterol total dan trigliserida pada pasien dislipidemia dan dapat menjadi dasar intervensi nutrisi spesifik terpersonalisasi. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain cohort serta mempertimbangkan komponen precision nutrition lainnya, termasuk aktivitas fisik dan respons metabolik individu, sehingga hubungan antara asupan makanan, IMT, dan profil lipid dapat dipahami lebih komprehensif.

Karakteristik subjek penelitian dislipidemia di Klinik Healthy Life Bandung didominasi oleh lansia (55,4%) dan perempuan (80%), menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi pada kelompok ini.Profil kadar kolesterol total dan trigliserida mayoritas berada dalam kategori normal (40% dan 55,4%), namun sebagian besar pasien masih memiliki kadar lipid yang tinggi, mengindikasikan risiko komplikasi metabolik dan kardiovaskular.Terkait komponen gizi presisi, asupan makanan menunjukkan nasi putih sebagai sumber karbohidrat dominan, ikan sebagai protein hewani utama, serta tahu dan tempe sebagai protein nabati yang cukup.sementara status gizi IMT sebagian besar menunjukkan obesitas kelas I (46,2%).

Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pemahaman tentang gizi presisi pada pasien dislipidemia dengan beberapa pendekatan baru. Pertama, mengingat studi ini bersifat deskriptif, akan sangat bermanfaat untuk merancang dan mengimplementasikan uji intervensi gizi yang dipersonalisasi. Intervensi ini dapat berfokus pada modifikasi pola makan berdasarkan temuan asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang spesifik, serta status gizi (IMT) peserta Prolanis, kemudian mengukur dampaknya secara objektif terhadap profil lipid dalam jangka panjang. Misalnya, bagaimana rekomendasi konsumsi karbohidrat kompleks, substitusi jenis minyak goreng, atau panduan porsi protein dapat memberikan hasil klinis yang lebih baik. Kedua, studi kualitatif juga dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan psikologis yang menjadi hambatan atau pendorong bagi pasien dislipidemia dalam mengadopsi pola makan gizi presisi yang direkomendasikan. Pengetahuan ini esensial untuk mengembangkan strategi edukasi dan intervensi yang lebih relevan dan berkelanjutan di lingkungan klinik atau komunitas. Terakhir, untuk melengkapi aspek gizi presisi yang lebih mendalam, disarankan untuk meneliti peran spesifik mikrobioma usus dan variasi genetik (nutrigenomik) terhadap respons metabolik individu terhadap diet tertentu. Dengan menganalisis bagaimana perbedaan mikroba usus atau genetik memengaruhi penyerapan nutrisi dan metabolisme lipid, kita bisa menciptakan rekomendasi diet yang tidak hanya mempertimbangkan asupan makro dan IMT, tetapi juga keunikan biologis setiap individu secara lebih komprehensif, menuju terapi gizi yang benar-benar akurat dan prediktif.

Read online
File size461.83 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test