JPRESSJPRESS

Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu KesehatanJurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan

Hemosiderosis merupakan kondisi kelebihan zat besi yang ditandai oleh penumpukan besi di jaringan tubuh dan peningkatan kadar besi dalam sirkulasi, termasuk Fe serum, yang umumnya terjadi akibat transfusi darah berulang serta berpotensi menimbulkan stres oksidatif. Kondisi ini memerlukan alternatif terapi adjuvan berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas ekstrak etanol rimpang kunyit, ekstrak etanol daun teh hijau, dan kombinasi keduanya terhadap kadar Fe serum pada tikus Wistar yang diinduksi hemosiderosis. Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain post-test only control group ini menggunakan 24 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (induksi iron dextran), kunyit 100 mg/kgBB, teh hijau 100 mg/kgBB, kombinasi 100 mg/kgBB, dan kombinasi 200 mg/kgBB. Kadar Fe serum diukur dengan metode spektrofotometri kolorimetri Ferrozine dan dianalisis menggunakan One Way ANOVA dilanjutkan uji Post-Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar Fe serum yang bermakna dibandingkan kontrol positif (p < 0,05). Kombinasi ekstrak memberikan penurunan lebih besar dibandingkan perlakuan tunggal, namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis kombinasi 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB (p > 0,05). Hal ini menunjukkan adanya efek sinergis kurkumin dan katekin, serta bahwa dosis 100 mg/kgBB telah mencapai minimum effective dose. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kunyit dan teh hijau efektif menurunkan kadar Fe serum dan berpotensi sebagai terapi adjuvan pada kondisi kelebihan zat besi.

Kombinasi ekstrak kunyit dan teh hijau efektif menurunkan kadar Fe serum pada tikus Wistar dengan hemosiderosis.Efek sinergis kurkumin dan katekin menunjukkan potensi terapi adjuvan untuk kondisi kelebihan zat besi.Dosis 100 mg/kgBW telah mencapai minimum effective dose.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi keamanan kombinasi ekstrak kunyit dan teh hijau melalui uji toksisitas akut dan subkronis. Selain itu, perlu ditambahkan parameter seperti kadar ferritin serum dan saturasi transferrin untuk memahami status besi total secara lebih komprehensif. Penelitian juga sebaiknya memperpanjang durasi pengobatan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari kombinasi ekstrak tersebut.

  1.  . 0 mdpi.com/1424-8247/12/1/26A 0 mdpi 1424 8247 12 1 26
Read online
File size449.19 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test