UINSAUINSA

OECONOMICUS Journal of EconomicsOECONOMICUS Journal of Economics

Penelitian ini secara empiris meneliti dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian dan keamanan pangan di Gambia dari tahun 1990 hingga 2020. Menggunakan data deret waktu tahunan, studi ini menerapkan uji Augmented Dickey–Fuller (ADF), Phillips–Perron (PP), dan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengeksaminasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara Indeks Produksi Pangan (FPI), hasil panen sereal, lahan untuk produksi sereal, lahan pertanian, emisi karbon dioksida (CO₂), emisi gas rumah kaca (GHG), dan pertumbuhan populasi. Hasil menunjukkan bahwa hasil panen sereal, lahan pertanian, dan lahan untuk produksi sereal secara positif memengaruhi FPI, sementara emisi GHG berdampak negatif signifikan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Emisi CO₂ menunjukkan dampak campuran tergantung pada horison waktu. Temuan ini memperkuat studi sebelumnya di Afrika Barat namun mengisi celah penelitian dengan menawarkan penilaian ekonometrik deret waktu yang fokus eksklusif pada Gambia. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kebijakan adaptasi dan mitigasi iklim dengan strategi pengembangan pertanian untuk meningkatkan keamanan pangan.

Studi ini menunjukkan bahwa hasil panen sereal dan penggunaan lahan secara positif memengaruhi Indeks Produksi Pangan (FPI), sementara emisi gas rumah kaca (GHG) berdampak negatif signifikan pada kinerja pertanian jangka pendek dan jangka panjang.Emisi CO₂ menunjukkan korelasi positif jangka pendek yang diimbangi oleh efek merusak emisi GHG secara keseluruhan.Hasil ini menegaskan urgensi mengintegrasikan kebijakan adaptasi dan mitigasi iklim dalam strategi pengembangan pertanian Gambia.Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan mengisi celah penelitian melalui studi ekonometrik deret waktu eksklusif pada Gambia, pemodelan eksplisit emisi CO₂ dan GHG, serta menghubungkan temuan ekonometrik dengan rekomendasi kebijakan untuk pertanian ketahanan iklim.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan baru untuk memahami dampak perubahan iklim pada sektor pertanian Gambia. Pertama, disarankan untuk mendiskritisasi Indeks Produksi Pangan (FPI) berdasarkan jenis tanaman untuk mengidentifikasi kerentanan spesifik pada komoditas utama seperti beras dan jagung. Kedua, perlu mengintegrasikan variabel sosial-ekonomi seperti tingkat pendidikan petani, akses ke teknologi, dan kebijakan institusional dalam analisis untuk memahami interaksi kompleks antara faktor manusia dan lingkungan. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) untuk menggabungkan data statistik dengan wawasan langsung dari petani tentang strategi adaptasi mereka terhadap perubahan iklim. Pendekatan ini akan memberikan dasar yang lebih kuat untuk merancang kebijakan yang inklusif dan berbasis bukti.

Read online
File size288.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test