UINSAUINSA

OECONOMICUS Journal of EconomicsOECONOMICUS Journal of Economics

Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yang menjadi mitra resmi Hannover Messe sebanyak tiga kali, mengonfirmasi posisinya sebagai kekuatan ekonomi yang muncul dan pemain utama di industri manufaktur global. Salah satu sektor strategis yang mendukung posisi ini adalah industri kertas dan pulp, di mana Indonesia berada di peringkat kedelapan dunia dalam produksi pulp dan keenam dalam produksi kertas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya produksi, biaya barang terjual (COGS), dan laba bersih, serta menganalisis pengaruh biaya produksi dan COGS terhadap laba bersih, baik secara parsial maupun simultan, pada perusahaan manufaktur subsektor pulp dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) periode 2016–2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang diproses melalui aplikasi EViews 13. Dari populasi 180 perusahaan manufaktur di IDX, 4 perusahaan dipilih dengan sampling tujuan, yaitu PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Suparma Tbk (SPMA), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), menghasilkan 36 observasi. Model Random Effect (REM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil studi menunjukkan bahwa biaya produksi dan COGS secara signifikan memengaruhi laba bersih, baik secara parsial maupun simultan. Koefisien penentuan menunjukkan pengaruh sebesar 22,31%, sedangkan 77,69% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.

Berdasarkan analisis data dan diskusi, ada enam temuan utama.Pertama, biaya produksi di perusahaan pulp dan kertas cenderung meningkat karena tekanan harga bahan baku, energi, dan logistik, sehingga efisiensi produksi menjadi kunci untuk profitabilitas berkelanjutan.Kedua, biaya barang terjual (COGS) juga meningkat, menunjukkan beban biaya penjualan yang tinggi, yang memerlukan manajemen biaya dan persediaan yang efektif untuk menjaga margin.Ketiga, laba bersih perusahaan mengalami fluktuasi, mencerminkan dinamika operasional yang sangat dipengaruhi oleh efisiensi produksi dan kontrol biaya.Keempat, biaya produksi secara signifikan memengaruhi laba bersih.kenaikan tidak selalu negatif, karena ketika disertai peningkatan volume produksi dan penyesuaian harga jual, laba bisa meningkat.Kelima, COGS secara signifikan negatif memengaruhi laba bersih, sehingga kenaikannya dapat menekan profitabilitas dan menegaskan pentingnya kontrol COGS.Keenam, biaya produksi dan COGS secara simultan memengaruhi laba bersih secara signifikan, menunjukkan bahwa strategi manajemen biaya yang efisien sesuai prinsip akuntansi biaya penting untuk meningkatkan profitabilitas dan mendukung kinerja keuangan optimal perusahaan.

Penelitian lanjutan dapat menggali dampak digitalisasi terhadap efisiensi produksi di industri pulp dan kertas, karena perubahan konsumsi akibat teknologi digital mungkin memengaruhi biaya produksi. Selain itu, studi tentang peran praktik berkelanjutan dalam mengurangi biaya produksi dan COGS juga relevan, mengingat tekanan lingkungan semakin tinggi. Terakhir, penelitian bisa fokus pada hubungan antara strategi manajemen persediaan dan kontrol COGS di perusahaan manufaktur, karena manajemen persediaan yang baik dapat mengurangi beban biaya dan meningkatkan margin laba.

Read online
File size350.3 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test