UEUUEU

Jurnal Ekonomi : Journal of EconomicJurnal Ekonomi : Journal of Economic

Industri ritel pada dasarnya merupakan industri yang aktifitas bisnisnya menyediakan produk berupa barang dan atau jasa kepada perorangan, diri sendiri, keluarga atau rumah tangga. Pada tahun 2016 dalam global retail development tercatat bahwa Indonesia masuk 5 negara ritel teraktif selain juga masuk dalam 5 negara dengan penjualan terbesar di Asia. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi banyak penutupan gerai ritel di Indonesia. Kondisi ritel saat ini di Indonesia menghadapi banyak masalah, salah satunya adalah distorsi pendapatan baru, yaitu ritel yang tidak memiliki tempat atau biasa disebut perdagangan elektronik (e-commerce). E-commerce melibatkan pembelian dan penjualan produk (seperti barang fisik, produk atau layanan digital) yang ditransaksikan melalui jaringan komputer. Penelitian ini menggunakan data dari 23 perusahaan untuk menggambarkan kondisi bisnis ritel di Indonesia. Data dikumpulkan dari 2013 hingga 2017 dan dianalisis menggunakan regresi panel data dengan tiga pendekatan Altman, Springate dan Zmijewski. Semua perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi financial distress adalah margin laba bersih, rasio lancar, ukuran perusahaan dan total perputaran aset.

Kondisi financial distress terjadi hampir di semua perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, menunjukkan gejala keuangan yang memburuk.Faktor-faktor seperti margin laba bersih, rasio lancar, ukuran perusahaan, dan perputaran aset secara signifikan memengaruhi kondisi financial distress.Diperlukan inovasi dan diversifikasi bisnis, khususnya ke pasar daring, untuk menjaga kelangsungan usaha perusahaan ritel di tengah tantangan makroekonomi dan persaingan yang ketat.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh transformasi digital terhadap kinerja keuangan perusahaan ritel kecil dan menengah yang baru beralih ke e-commerce, apakah perubahan tersebut memperbaiki rasio profitabilitas dan likuiditas dalam jangka pendek maupun panjang. Kedua, perlu dikaji faktor tambahan seperti perilaku konsumen dan efisiensi rantai pasok dalam model prediksi financial distress, untuk melihat apakah variabel non-keuangan dapat meningkatkan akurasi deteksi masalah keuangan di sektor ritel. Ketiga, diperlukan penelitian tentang dampak kebijakan moneter, khususnya suku bunga kredit dan inflasi, terhadap ketahanan bisnis ritel dengan segmentasi berbeda, apakah ritel modern lebih rentan dibanding ritel tradisional saat tekanan ekonomi meningkat. Penggabungan data keuangan dan perilaku pasar dalam pendekatan panel dinamis dapat memberikan gambaran yang lebih utuh tentang survivabilitas perusahaan ritel di masa depan. Penelitian lanjutan ini akan membantu manajemen dalam merancang strategi adaptasi yang lebih tepat sasaran dan membantu regulator dalam menyusun kebijakan yang mendukung stabilitas sektor ritel nasional.

  1. The Macroeconomist as Scientist and Engineer - American Economic Association. scientist engineer american... pubs.aeaweb.org/doi/10.1257/jep.20.4.29The Macroeconomist as Scientist and Engineer American Economic Association scientist engineer american pubs aeaweb doi 10 1257 jep 20 4 29
  2. Spectroscopy of conduction band electrons in transparent metal oxide semiconductor films: optical determination... pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/j100193a062Spectroscopy of conduction band electrons in transparent metal oxide semiconductor films optical determination pubs acs doi abs 10 1021 j100193a062
  1. #gaya hidup#gaya hidup
  2. #job satisfaction#job satisfaction
Read online
File size392.03 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2wo
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test