UEUUEU

Jurnal Ekonomi : Journal of EconomicJurnal Ekonomi : Journal of Economic

Kualitas audit merupakan segala kemungkinan (probability) dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan auditan. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup. Faktor gender merupakan karakteristik individu yang berasal dari dalam diri seseorang yang membawa serta persepsi diri terkait dengan cara di mana informasi dikumpulkan dan diproses, sehingga berpengaruh terhadap kualitas audit yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan orientasi tipe peran gender yang terhadap kualitas audit. Subyek dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Barat. Pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan kriteria auditor yang telah bekerja selama minimal satu tahun pada KAP. Desain penelitian ini adalah kausalitas atau sebab akibat, dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, namun kepribadian feminin berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Sedangkan pengalaman kerja dan kepribadian maskulin tidak berpengaruh terhadap kualitas audit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas audit dihasilkan dari pengetahuan audit dimana pengetahuan audit akan memperkuat akuntabilitas sehingga akan meningkatkan kualitas hasil kerja. Di sisi lain sikap agresif, emosional dan tidak logis yang dimiliki oleh kepribadian feminin justru akan menurunkan kualitas audit.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit, sedangkan kepribadian feminin berpengaruh negatif terhadap kualitas audit.Pengalaman kerja dan kepribadian maskulin tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit.Kualitas audit utamanya ditentukan oleh kompetensi pengetahuan auditor, sementara ciri kepribadian feminin seperti sikap emosional dan tidak logis justru dapat mengurangi kualitas audit.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menggali lebih dalam bagaimana dinamika psikologis kepribadian feminin memengaruhi proses pengambilan keputusan audit, terutama dalam konteks budaya kerja di Kantor Akuntan Publik. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif tentang pengaruh kepribadian gender non-biner terhadap kualitas audit, mengingat bahwa sifat maskulin dan feminin tidak selalu berkaitan langsung dengan jenis kelamin, sehingga dapat memberikan perspektif baru dalam pemahaman perilaku auditor. Ketiga, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi variabel-variabel psikologis lain seperti emotional intelligence atau cognitive bias yang mungkin menjadi faktor penghambat atau pendukung kualitas audit, terutama dalam situasi audit yang kompleks dan penuh tekanan, agar hasil audit lebih obyektif dan akurat.

  1. #gaya hidup#gaya hidup
  2. #job satisfaction#job satisfaction
Read online
File size321.8 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2wn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test