UINSAUINSA

OECONOMICUS Journal of EconomicsOECONOMICUS Journal of Economics

Gender adalah salah satu isu penting dan topik utama di Provinsi Kalimantan Utara. Keberadaan isu gender ditandai dengan kontribusi peran aktif wanita di sektor ekonomi dan politik di Kalimantan Utara yang masih relatif rendah dengan indeks pemberdayaan gender berkisar antara 50 hingga 60 persen. Fokus pada peran dan fungsi wanita di masyarakat dan pemerintahan dalam kontribusi mereka terhadap ekonomi dan politik regional di Provinsi Kalimantan Utara, perlu untuk meningkatkan peran aktif wanita. Peran dan fungsi aktif wanita diukur dengan tiga faktor, yaitu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (TPAK), keterlibatan wanita di parlemen, dan kontribusi pendapatan wanita sehingga ketiga faktor ini menjadi variabel independen dalam penelitian yang akan mempengaruhi pemberdayaan gender yang digunakan sebagai variabel dependen dalam penelitian. Pemberdayaan gender yang berkembang dan seimbang dapat meningkatkan peran dan posisi pekerja wanita dalam masyarakat secara formal dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan data sekunder dari BPS Provinsi Kalimantan Utara. Sampel penelitian menggunakan 5 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode panel dengan periode 2018 hingga 2022, dengan model regresi linier berganda data panel. Nilai alpha (α) dalam penelitian adalah 5% atau setara dengan 0.05 dan hasilnya diharapkan bahwa semua variabel independen dalam penelitian mampu mempengaruhi variabel dependen, yaitu indeks pemberdayaan gender untuk meningkatkan peran aktif wanita bagi posisi pekerja wanita di sektor ekonomi dan politik yang mampu mendorong pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Utara dalam jangka panjang dan mendukung SDG pada poin 5, yaitu kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peran aktif wanita di sektor ekonomi dan politik di Kalimantan Utara.

Variabel Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (TPAKP), Keterlibatan Perempuan Parlemen (KPP), dan Sumbangan Pendapatan Perempuan (SPP) berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) di Provinsi Kalimantan Utara.Hasil uji menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel bebas (independent) berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pemberdayaan Gender (IPG).

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi pemberdayaan gender di Kalimantan Utara. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak pendidikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia wanita dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan politik. Kedua, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran perempuan parlemen dalam membentuk kebijakan yang mendukung kesetaraan dan pembangunan di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara aliran pendapatan dari jasa produktif dan kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Utara. Dengan memahami faktor-faktor ini, upaya-upaya yang lebih terarah dapat dilakukan untuk meningkatkan pemberdayaan gender dan pembangunan berkelanjutan di provinsi tersebut.

  1. Globalization and Gender Studies: Gender Equality Points of SDG's in Effect to Timor Leste's... e-journal.unair.ac.id/JGS/article/view/10080Globalization and Gender Studies Gender Equality Points of SDGs in Effect to Timor Lestes e journal unair ac JGS article view 10080
Read online
File size276.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test