PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

Infeksi jamur candida albicans adalah salah satu penyebab utama kandidiasis pada manusia, khususnya di daerah tropis dengan kelembaban tinggi seperti Indonesia. Tanaman gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A. Zom) Fosberg) diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antifungal dari n-heksan, etil asetat, dan fraksi air daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A. Zom) Fosberg) terhadap candida albicans, serta untuk mengidentifikasi konsentrasi optimal yang menghambat pertumbuhan jamur tersebut. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran. Fraksi uji digunakan pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60%. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa fraksi n-heksan tidak memiliki aktivitas penghambatan pada semua konsentrasi. Fraksi etil asetat pada konsentrasi 60% menunjukkan aktivitas penghambatan sebesar 6,83 ± 1,66 mm, sedangkan fraksi air pada konsentrasi 60% menunjukkan aktivitas penghambatan tertinggi sebesar 11,86 ± 0,75 mm. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa fraksi n-heksan tidak signifikan (p=0,108), sedangkan fraksi etil asetat (p=0,043) dan fraksi air (p=0,041) menunjukkan perbedaan signifikan. Konsentrasi optimal yang memberikan aktivitas antifungal adalah 60%, dengan nilai signifikan masing-masing p< 0,050.

Aktivitas antijamur fraksi n-heksan daun gayam (Inocarpus Fagifer (Parkinson Ex F.A Zom) Fosberg) pada konsentrasi 20%, 40%, dan 60% tidak memiliki daya hambat.Fraksi etil asetat hanya memiliki daya hambat pada konsentrasi 60% sebesar 6,83 ± 1,66 (sedang).Fraksi air memiliki daya hambat pada konsentrasi 60% sebesar 11,86 ± 0,75 (kuat).Konsentrasi optimal pada uji aktivitas antijamur daun gayam dalam menghambat pertumbuhan jamur candida albicans terdapat pada konsentrasi 60%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengidentifikasi senyawa aktif dalam fraksi air daun gayam yang bertanggung jawab atas aktivitas antifungalnya, (2) Menguji aktivitas antifungal fraksi air daun gayam terhadap berbagai spesies jamur patogen, dan (3) Meneliti mekanisme aksi antifungal fraksi air daun gayam pada tingkat seluler untuk memahami cara kerjanya secara lebih mendalam.

  1. 0. pdf obj acroform ocproperties ocgs metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei... doi.org/10.21275/sr243181508430 pdf obj acroform ocproperties ocgs metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei doi 10 21275 sr24318150843
  2. Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N-Heksan, Etil Asetat Dan Air Daun Gayam (Inocarpus Fagifer (Parkinson... jurnal-pharmaconmw.com/jpmw/index.php/jpmw/article/view/616Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N Heksan Etil Asetat Dan Air Daun Gayam Inocarpus Fagifer Parkinson jurnal pharmaconmw jpmw index php jpmw article view 616
  3. Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus Androgynus. L) Terhadap Candida Albicans... doi.org/10.54883/jpmw.v1i3.29Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Katuk Sauropus Androgynus L Terhadap Candida Albicans doi 10 54883 jpmw v1i3 29
  4. Perhitungan jumlah bakteri di Laboratorium Mikrobiologi menggunakan pengembangan metode Spektrofotometri... doi.org/10.56064/jps.v22i2.564?utm_source=chatgpt.comPerhitungan jumlah bakteri di Laboratorium Mikrobiologi menggunakan pengembangan metode Spektrofotometri doi 10 56064 jps v22i2 564 utm source chatgpt
Read online
File size1.15 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test