ITSCIENCEITSCIENCE
Pengabdian Pendidikan IndonesiaPengabdian Pendidikan IndonesiaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan public speaking siswa yang berdampak pada kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan ide dan pendapat di depan umum. Kondisi tersebut membuat siswa sering ragu saat berinteraksi, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam forum yang lebih luas. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa melalui pelatihan public speaking berbasis praktik dan kolaborasi. Peserta kegiatan berjumlah tiga puluh lima siswa SMA sederajat yang dipilih secara representatif, sehingga pelaksanaan program mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup teknik vokal, penguasaan bahasa tubuh, dan strategi membangun rasa percaya diri. Pelatihan dilaksanakan secara intensif dalam bentuk praktik pidato singkat, diskusi kelompok, serta simulasi presentasi kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan public speaking siswa. Dari total 35 peserta, nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan hasil pre-test. Selain peningkatan nilai, mayoritas peserta juga menunjukkan perubahan sikap, yakni lebih percaya diri, berani berbicara, dan terampil menyampaikan gagasan di hadapan audiens. Temuan ini membuktikan bahwa seluruh peserta memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan. Dengan demikian, pelatihan public speaking ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi abad 21 yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi secara efektif, kritis, dan kolaboratif.
Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Pengabdian Pendidikan.Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa telah berhasil dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan yang direncanakan, yaitu meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa.Pelatihan ini terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri, memperbaiki artikulasi, serta mengajarkan siswa bagaimana menyusun materi dan menyampaikannya secara efektif di depan audiens.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keberanian berbicara, kejelasan penyampaian, hingga interaksi dengan audiens.Sejalan dengan pendapat Rahayu (2022), latihan public speaking secara berkesinambungan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum.Ada beberapa keterbatasan didalamnya salah satunya yaitu waktu pelaksanaan yang singkat dan fasilitas yang kurang memadai.Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat ganda.dan bagi mahasiswa PLPT, berupa pengalaman nyata dalam mengimplementasikan teori yang dipelajari di perguruan tinggi.Hal ini sejalan dengan pernyataan Anwar (2020) bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya memberi dampak pada penerima manfaat, tetapi juga memperkaya kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik.Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya relevan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih komunikatif, percaya diri, dan kompetitif di masa depan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan adalah: 1. Mengembangkan program pelatihan public speaking berkelanjutan dengan durasi yang lebih panjang dan fasilitas latihan yang lebih memadai. Hal ini dapat membantu peserta untuk berlatih secara intensif dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka secara konsisten. 2. Menerapkan penggunaan media pendukung, seperti rekaman video, untuk evaluasi diri peserta. Dengan demikian, peserta dapat melihat kemajuan mereka sendiri dan melakukan perbaikan secara mandiri. 3. Melibatkan mentor atau ahli komunikasi yang berpengalaman untuk memberikan pendampingan secara berkala. Kehadiran mentor dapat memberikan bimbingan dan masukan yang lebih mendalam kepada peserta, sehingga meningkatkan kualitas pelatihan dan hasil yang dicapai. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
| File size | 424.16 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Tantangan utamanya adalah membuat proses belajar menarik dan efektif, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuanTantangan utamanya adalah membuat proses belajar menarik dan efektif, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan
Tel-UTel-U Dalam semua tiga pengujian yang dilakukan, anak-anak berkinerja lebih baik dengan gaya interaksi form-filling.mereka menjawab lebih cepat, mendapatkanDalam semua tiga pengujian yang dilakukan, anak-anak berkinerja lebih baik dengan gaya interaksi form-filling.mereka menjawab lebih cepat, mendapatkan
MAYADANIMAYADANI Pelatihan ini memperkaya kreativitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, memungkinkan mereka menerapkan teknikPelatihan ini memperkaya kreativitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, memungkinkan mereka menerapkan teknik
Tel-UTel-U Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan prototipe rak Montessori, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadiHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan prototipe rak Montessori, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadi
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan purposive sampling berjumlah 36 siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kreatifSubjek dalam penelitian ini dipilih dengan purposive sampling berjumlah 36 siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif
UNJAUNJA Jadi, siswa kelas VII B SMP Al-Azhar mampu dalam menulis teks fabel berdasarkan unsur intrinsik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwaJadi, siswa kelas VII B SMP Al-Azhar mampu dalam menulis teks fabel berdasarkan unsur intrinsik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
UNIPMAUNIPMA Peran ibu rumah tangga dalam pendidikan anak harus disertai hal-hal berikut: kecakapan teknologi; menjaga kesehatan anak; meluangkan waktu; mengelola emosi;Peran ibu rumah tangga dalam pendidikan anak harus disertai hal-hal berikut: kecakapan teknologi; menjaga kesehatan anak; meluangkan waktu; mengelola emosi;
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apa saja model-model desain pembelajaran yang telah digunakan oleh para pendidik di MTsN Peanornor, untuk mengetahuiTujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apa saja model-model desain pembelajaran yang telah digunakan oleh para pendidik di MTsN Peanornor, untuk mengetahui
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Program Hari Untuk Negeri berhasil mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat melalui pendidikanProgram Hari Untuk Negeri berhasil mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat melalui pendidikan
UNJAUNJA Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (2,492) lebih besar dari t tabel (2,093), mengindikasikan penerimaan hipotesis alternatif (Ha).meskipunHasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (2,492) lebih besar dari t tabel (2,093), mengindikasikan penerimaan hipotesis alternatif (Ha).meskipun
JQWHJQWH Pola asuh yang paling sesuai untuk mencegah seks pra-nikah pada remaja adalah pola asuh otoriter, di mana orang tua memiliki sikap hangat dan responsifPola asuh yang paling sesuai untuk mencegah seks pra-nikah pada remaja adalah pola asuh otoriter, di mana orang tua memiliki sikap hangat dan responsif
JQWHJQWH Ada pengaruh asupan prelakteal dengan kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai dengan nilai P value < α 0,05Ada pengaruh asupan prelakteal dengan kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Puskesmas Tangeban Kabupaten Banggai dengan nilai P value < α 0,05