POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan basis gigi tiruan yang paling banyak digunakan di kedokteran gigi. Resin akrilik memiliki keterbatasan seperti sifat menyerap cairan dalam jangka panjang. Pembersih seperti effervescent alkalin peroksida efektif untuk membersihkan gigi tiruan tetapi dapat meningkatkan kekasaran permukaan sehingga dibutuhkan alternatif pembersih lain seperti granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental laboratoris. Sampel penelitian adalah plat resin akrilik polimerisasi panas ukuran 64 x 10 x 3,3 mm. Tiga kelompok perlakuan terdiri atas larutan aquadest, larutan effervescent alkalin peroksida, dan larutan granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah (n=5). Pengukuran kekasaran menggunakan Surface Roughness Tester dan hasil dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Rata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan aquadest, effervescent alkalin peroksida dan granul effervescent alkalin peroksida berturut-turut adalah 0,114 ± 0,795; 0,280 ± 0,112; dan 0,118 ± 0,095. Penelitian ini menunjukkan bahwa granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah berpengaruh terhadap peningkatan kekasaran plat resin akrilik polimerisasi panas.

Granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah dapat meningkatkan kekasaran permukaan dalam batas normal sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperluas pemahaman mengenai potensi ekstrak kulit semangka merah sebagai pembersih gigi tiruan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada penentuan konsentrasi optimal ekstrak kulit semangka merah yang efektif dalam membersihkan gigi tiruan tanpa menyebabkan kerusakan signifikan pada permukaan resin akrilik. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan ekstrak tersebut. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman gigi tiruan dengan ekstrak kulit semangka merah terhadap pertumbuhan mikroorganisme penyebab denture stomatitis, seperti Candida albicans, dalam jangka waktu yang lebih lama. Hasil penelitian ini akan memberikan informasi mengenai potensi antibakteri dan antijamur dari ekstrak tersebut. Ketiga, penelitian dapat mengkaji pengaruh kombinasi ekstrak kulit semangka merah dengan bahan pembersih lain, seperti natrium bikarbonat, untuk meningkatkan efektivitas pembersihan dan mengurangi potensi efek samping. Kombinasi ini dapat memberikan solusi pembersihan gigi tiruan yang lebih komprehensif dan aman. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan produk pembersih gigi tiruan yang alami, efektif, dan aman bagi kesehatan mulut.

Read online
File size258.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test