PHARMACONMWPHARMACONMW

Jurnal Pharmacia Mandala WaluyaJurnal Pharmacia Mandala Waluya

ISPA adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular, yang dapat menyebabkan spektrum penyakit yang bervariasi, mulai dari penyakit tanpa gejala hingga penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebab dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik yang tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat pasien, dan lama pemberian pada pasien ISPA rawat jalan di Puskesmas Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi pada tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan observasi dengan metode deskriptif, dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medik pasien yang didiagnosis dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada periode Januari-April 2023. Sampel yang digunakan adalah 58 data rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Puskesmas Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA diperoleh pada kategori tepat indikasi 100%, tepat dosis 93,1%, tepat obat 100%, tepat pasien 100%, dan lama pemberian 100%. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi telah menunjukkan ketepatan berdasarkan kategori tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan lama pemberian, tetapi belum menunjukkan ketepatan dosis.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi telah menunjukkan ketepatan berdasarkan kriteria tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan lama pemberian.Namun, penggunaan antibiotik berdasarkan kriteria tepat dosis belum dikatakan rasional karena ada 93,1% yang tepat dosis dan 6,9% yang tidak tepat dosis.Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya untuk meningkatkan ketepatan dosis dalam penggunaan antibiotik pada pasien ISPA.

Untuk meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan dosis antibiotik. Selain itu, penting untuk mengevaluasi praktik peresepan antibiotik oleh dokter dan apoteker, serta meningkatkan kolaborasi antara profesional kesehatan dan pasien dalam penggunaan antibiotik yang rasional. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi untuk meningkatkan ketepatan dosis antibiotik, seperti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pasien, serta implementasi pedoman klinis yang jelas. Dengan demikian, dapat tercapai penggunaan antibiotik yang lebih efektif dan aman bagi pasien ISPA.

  1. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien ISPA Rawat Jalan di UPTD Puskesmas Wangi-Wangi... jurnal-pharmaconmw.com/jpmw/index.php/jpmw/article/view/211Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien ISPA Rawat Jalan di UPTD Puskesmas Wangi Wangi jurnal pharmaconmw jpmw index php jpmw article view 211
Read online
File size975.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test