PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Sektor pertanian di pedesaan Indonesia melibatkan peran aktif perempuan yang terwadahi dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Meskipun memiliki potensi ekonomi yang strategis, tata kelola manajemen keuangan KWT umumnya masih konvensional dan rentan terjebak dalam Siklus Pendapatan Semu (Pseudo-Income Cycle). Masalah ini dialami oleh KWT Asoka di Desa Sri Rejosari, Lampung Timur, yang dicirikan oleh pencampuran kas usaha dengan kas domestik, tiadanya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang presisi, serta kesenjangan keterampilan teknologi (digital skills gap). Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk merestrukturisasi tata kelola keuangan KWT Asoka melalui transformasi dari pencatatan manual ke ekosistem pembukuan digital berbasis Google Sheets. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD) yang dijalankan selama 4 bulan melalui tiga rangkaian workshop utama dengan menerapkan prinsip Andragogi Partisipatif. Pengukuran keberhasilan dievaluasi menggunakan instrumen kognitif (pre-test dan post-test) serta intervensi kinerja berupa audit laporan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan. Nilai rata-rata literasi keuangan digital melonjak dari 35% (Kategori Rendah) saat pre-test menjadi 92% (Kategori Sangat Baik) saat post-test. Keberhasilan program ditandai dengan kemampuan mandiri pengurus KWT dalam mengoperasikan smartphone untuk pencatatan real-time, memisahkan kas domestik dan kas kelompok secara virtual, serta menghitung HPP komoditas sayuran secara otomatis per akhir siklus panen 20 hari. Integrasi teknologi berbasis cloud ini berhasil memutus rantai pendapatan semu, membangun akuntabilitas kelompok, menghilangkan resistensi psikologis teknologi pada masyarakat agraris, serta meningkatkan kredibilitas usaha mitra agar lebih bankable di masa depan.

Intervensi program melalui metode Andragogi Partisipatif terbukti efektif mengikis hambatan psikologis dan teknis anggota KWT Asoka.Smartphone yang semula hanya menjadi media hiburan, kini telah bertransformasi menjadi instrumen produktivitas bisnis digital kelompok.Integrasi platform pembukuan digital berbasis cloud berhasil memutus siklus pendapatan semu melalui pemisahan virtual yang tegas antara kas domestik anggota dan kas usaha kelompok pada siklus panen 20 harian.Penerapan aplikasi digital meningkatkan akurasi perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara presisi dengan memasukkan variabel biaya tetap (penyusutan aset dan upah tenaga kerja internal).Laporan laba-rugi otomatis yang dihasilkan menciptakan transparansi manajemen dan memberikan dasar kuat bagi ketua kelompok dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penerapan sistem pembukuan digital terhadap keberlanjutan KWT Asoka. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi efektivitas berbagai platform akuntansi digital alternatif untuk kelompok tani perempuan. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami peran ketua KWT sebagai penggerak utama dalam meningkatkan literasi keuangan digital di tingkat komunitas.

Read online
File size422.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test